Daerah

Kemenag Garut Gelar Seleksi Tahap I Petugas Haji 2026, 98 Peserta Lolos ke Babak Berikutnya

KORANMANDALA.COM – Kementerian Agama Kabupaten Garut melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggelar Seleksi Tahap I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter tingkat Kabupaten Garut Tahun 1447 H/2026. Seleksi berlangsung di Aula Kemenag Garut, Jalan Pahlawan, Sukagalih, pada Kamis (4/12/2025).

Kepala Bidang Haji Kemenag Garut, H. Indra Azwar Mawardi, S.HI., M.Pd., mengatakan bahwa seleksi tahap pertama ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan tes rekrutmen petugas haji tahun 2026. Ini tahap pertama, dan seluruh kabupaten juga sedang mengadakan tes yang sama,” ujar Indra.

ADVERTISEMENT

Sekda Garut Buka Sosialisasi Manajemen Talenta: ASN Diminta Proaktif Unggah Data Kompetensi

Ia menjelaskan, hasil seleksi tahap pertama akan diranking untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke tahap kedua yang digelar oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.
“Misalnya dari Garut nilai terbaik ada 10–20 orang, maka mereka akan naik ke tahap dua. Nanti pelaksanaannya oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat,” jelasnya.

Indra menyebutkan, pendaftar seleksi petugas haji di Kabupaten Garut mencapai 240 orang. Namun hanya 98 peserta yang dinyatakan lolos pada tahap pertama.
“Alhamdulillah peserta dari Garut yang daftar sebanyak 240 orang, tapi yang lolos hanya 98 orang,” tegasnya.

Ia juga menyinggung adanya kebijakan baru terkait pemerataan daftar tunggu haji yang berdampak pada perubahan kuota haji dan kuota petugas. Menurutnya, kuota petugas kini akan ditentukan oleh pihak provinsi.
“Untuk kuota petugas nanti diambil alih oleh provinsi, sama halnya dengan kuota haji. Penentuannya berdasarkan nomor urut provinsi dan nilai terbaik dari kabupaten/kota,” kata Indra.

Terkait jumlah peserta dari Garut yang berpotensi lolos menjadi petugas haji tahun 2026, Indra berharap nilai peserta dari Garut bisa bersaing di tingkat provinsi.
“Dari 98 yang lolos tahap pertama, hanya setengahnya yang akan diambil untuk masuk tahap berikutnya. Mudah-mudahan nilai dari Kabupaten Garut bisa menjadi yang tertinggi,” harapnya.

Indra menambahkan, persyaratan menjadi petugas haji berbeda-beda tergantung jenis tugas yang akan dilaksanakan.
“Untuk pembimbing ibadah, wajib memiliki sertifikat pembimbing. Untuk PNS harus melampirkan SK, sementara non-PNS harus ada rekomendasi dari ormas seperti Muhammadiyah, NU, dan lainnya,” jelasnya.

Di akhir penyampaian, Indra mengimbau masyarakat agar mengecek jadwal keberangkatan calon jemaah haji melalui aplikasi SiSKOPATUH dan aplikasi Haji Pintar.
“Jadwal keberangkatan sudah bisa diketahui melalui kedua aplikasi tersebut, baik bagi jemaah yang daftar lama maupun daftar baru,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Ekspor Naik, PHK Tekstil Masih Membayangi Jawa Barat

KORAN MANDALA – Lonjakan nilai ekspor nasional belum sepenuhnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja di…

41 menit ago

Adang Rochyana Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Jabar 2026–2031

KORAN MANDALA –Irjen Pol (Purn.) Adang Rochyana kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah…

1 jam ago

Jadwal Padat Mengadang, Marc Klok Tegaskan Target Persib

KORAN MANDALA –Persib Bandung tak punya banyak ruang untuk lengah. Di tengah jadwal pertandingan yang…

2 jam ago

Zakat BAZNAS Garut Tembus Rp13 Miliar, Penghimpunan Menurun

KORAN MANDALA – Penghimpunan zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut mencapai Rp13 miliar pada…

3 jam ago

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Status Kesejahteraan

KORAN MANDALA –Masyarakat dapat mengecek desil kesejahteraan keluarga untuk mengetahui kelompok tingkat kesejahteraan yang tercatat…

4 jam ago

Jagad Music Waldorf Vol.1: Saat Musik Jadi Ruang Tumbuh Bersama Anak

KORAN MANDALA – Minggu pagi (18/10/2026), Jagad Alit Waldorf, sekolah Waldorf di Bandung yang menerapkan…

4 jam ago