ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung kembali menegaskan seluruh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kota ini dalam kondisi aman dan beroperasi tanpa hambatan, sekalipun intensitas hujan mulai meningkat.
Namun, di balik kelancaran itu, DLH mengingatkan persoalan sesungguhnya bukan pada TPS melainkan sampah ilegal yang terus muncul dan terbawa arus sungai setiap kali hujan turun.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menekankan pihaknya telah memastikan TPS di seluruh penjuru kota tidak lagi menjadi sumber tumpukan sampah.
ADVERTISEMENT
“Alhamdulillah, kendala teknis di seluruh TPS sudah tidak ada. Semua berjalan lancar, dan bisa dilihat bahwa tidak ada lagi tumpukan sampah yang berarti di kota,” ujar Darto, Kamis (4/12/2025).
Anggaran Sampah Bandung Terpangkas 2026, DLH Waspadai Dampak pada Pengangkutan dan Pengolahan
Meski begitu, memasuki musim hujan, tantangan baru justru datang dari aliran sungai yang menjadi jalur pelarian sampah. DLH telah memasang jaring penyaring sampah di sejumlah titik, namun pengangkutan sampah yang tersangkut tetap memerlukan tenaga tambahan.
“Kami sudah memasang jaring-jaring air di sungai. Tapi soal pengangkutan, kami masih butuh dukungan. Volume sampah naik tajam saat hujan, dan itu di luar kemampuan normal,” jelasnya.
Akhir pekan lalu, warga dibuat geram oleh kemunculan tumpukan sampah di kawasan Cihampelas. Darto menegaskan tumpukan itu bukan berasal dari TPS resmi, melainkan sampah liar yang dibuang sembarangan dan kemudian hanyut oleh arus.
“Yang menumpuk itu sampah aliran air, ditambah sampah ilegal yang sebelumnya diletakkan di pinggir jalan. Ketika hujan deras, semuanya tersapu. Tidak ada TPS resmi yang terdampak. Yang terdampak adalah TPS ilegal,” tegasnya.
Ia menambahkan, musim hujan memang selalu membuka tabir masalah lama: kebiasaan sebagian warga membuang sampah sembarangan. Arus sungai akhirnya membawa campuran sampah rumah tangga, daun, dan material dari hulu ke titik-titik rawan dalam kota.
“Musim hujan membuat lebih banyak sampah masuk ke sungai. Variasinya macam-macam, dari daun sampai sampah rumah tangga yang dibuang dari wilayah hulu,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






