ADVERTISEMENT
Peringatan ini juga diikuti para pendidik, termasuk Mina (43), guru di sekolah yang didirikan Dewi Sartika. Ia menuturkan bahwa nilai-nilai perjuangan sang pendiri terus dikenalkan kepada siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Pencipta Lagu Himne Raden Dewi Sartika Ungkap Proses Kreatif dan Pesan yang Ingin Disampaikan
“Di sekolah, semua anak diperlakukan sama tanpa pembedaan. Itu semangat yang sama dengan perjuangan Ibu Dewi Sartika. Harapannya, siswa dapat meneruskan nilai bahwa pendidikan harus terbuka bagi siapa saja,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kiki Agung Anugrah, perwakilan Damas Puseur, menyebut peringatan hari lahir Dewi Sartika sudah menjadi agenda tahunan Damas. Namun ia menilai euforia peringatan dari pemerintah masih belum terasa.
“Ada sedikit kekecewaan karena peringatan dari Pemerintah Kota Bandung masih kurang. Padahal Dewi Sartika adalah tonggak pendidikan perempuan dari Bandung. Ke depan, kami berharap lebih banyak organisasi terlibat agar nama beliau semakin hidup,” jelasnya.
Kiki menutup dengan menegaskan pentingnya melestarikan nilai-nilai perjuangan sang pahlawan.
“Semangat pantang menyerah, pentingnya pendidikan, dan keterampilan hidup seperti cageur, bageur, bener, pinter, serta singer harus terus diwariskan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






