ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Sejumlah komunitas, alumni, dan keluarga besar Raden Dewi Sartika menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati hari lahir pahlawan nasional asal Jawa Barat tersebut pada 4 Desember 2025.
Seluruh kegiatan dipusatkan di Taman Dewi Sartika, Balai Kota Bandung, dengan melibatkan Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda (KADAMAS), Yayasan Ahli Waris Raden Dewi Sartika (AWIKA), para pendidik, serta keluarga besar Dewi Sartika.
Ketua panitia, Nice Aniawati atau Keke dari KADAMAS angkatan 1989, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini terdiri atas tiga rangkaian kegiatan utama.
ADVERTISEMENT
RDS Gateball Cup ke-6: Menguatkan Warisan Raden Dewi Sartika Lewat Turnamen Olahraga
“Kegiatan pertama adalah bebersih di area Taman Dewi Sartika. Saat ini juga sedang berlangsung Lomba Karya Tulis Berbahasa Sunda tentang warisan Dewi Sartika bagi pelajar SMP dan SMA hingga 19 Desember. Puncaknya pada 26 Desember kami menggelar webinar bersama sejumlah akademisi,” ujarnya.
Keke menegaskan, Dewi Sartika memiliki peran besar dalam sejarah pendidikan Indonesia.
“Beliau bukan hanya pelopor pendidikan perempuan, tetapi juga berpengaruh bagi kaum laki-laki. Kota Bandung harus bangga memiliki pahlawan nasional dengan kontribusi besar dalam dunia pendidikan,” katanya.
Hal senada disampaikan Abdal Matin (64), perwakilan KADAMAS Kota Bandung. Menurutnya, perjuangan Dewi Sartika masih relevan dengan konteks saat ini, terutama dalam pengembangan keterampilan perempuan.
“Dewi Sartika itu pendobrak diskriminasi. Lewat keterampilan, beliau membuka jalan agar perempuan bisa berkarya dan bersaing. Banyak perempuan kini menjadi guru besar, dokter, hingga pejabat. Itu salah satu buah dari semangat yang beliau tanamkan,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah lebih terlibat aktif dalam upaya pelestarian nilai-nilai perjuangan sang pahlawan.
“Pemerintah harus hadir, bukan hanya saat acara seremonial, tetapi menjadikan nilai-nilai Dewi Sartika sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dari pihak keluarga, Kenny Dewi, cicit Dewi Sartika yang juga Ketua Umum AWIKA, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan lebih besar kepada pemerintah.
“Perjuangan Dewi Sartika memberi makna besar bagi Indonesia, terutama dalam pendidikan dan kemajuan perempuan. Namun dari tahun ke tahun, perhatian pemerintah masih kurang. Kami berharap peringatan 4 Desember mendapat perhatian lebih serius,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






