Kamis, 26 Februari 2026 13:46

KORANMANDALA.COM Kericuhan terjadi saat proses pengosongan lahan di kawasan Suka Haji, Jalan Terusan Pasir Koja, Babakan Ciparay, Kota , Rabu (3/12/2025). Warga dan kelompok yang datang untuk menertibkan area tersebut terlibat bentrok sejak pukul 10.00 WIB.

Dari keterangan warga, alat berat sudah disiapkan sejak pagi. Dalam rekaman video yang beredar, bangunan-bangunan di lokasi terlihat diruntuhkan menggunakan beko. Warga berlarian menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dipindahkan.

“Dari jam 10 mereka sudah kumpul, bekonya juga sudah ada. Warga sebenarnya sudah menghadang, tapi dari pihak sana ada yang bawa kayu, ada yang bawa pistol,” ujar Jubiah (25) saat di jumpai di lokasi kejadian.

Persib Bandung Siap Tatap Borneo FC

Warga mengaku hanya membawa alat seadanya untuk berjaga, termasuk bubuk cabai, karena khawatir serangan datang tiba-tiba.

Kericuhan memuncak sekitar pukul 11.00 saat alat berat mulai meratakan bangunan di bagian depan permukiman.

“Mereka langsung ngebeko semuanya sampai rata. Kita kan nggak tahu di rumah itu ada orang atau nggak. Barang-barang warga langsung dihancurin,” katanya

Ia menyebut ada dua unit beko di lokasi, satu beroperasi dan satu lainnya dalam keadaan mati.

Empat rumah dilaporkan hancur dalam kejadian tersebut. Warga mengaku tak sempat menyelamatkan banyak barang karena kepanikan dan kondisi yang tidak memungkinkan.

“Kita fokus ngeluarin apa yang bisa diselamatkan. Kalau sudah dibeko, kita mau nyelametin apa? Yang ada saja diambil,” ujar Jubiah.

Warga juga menyebut sudah menerima surat edaran beberapa hari sebelumnya mengenai pengosongan lahan. Namun, mereka menilai proses hukum masih berjalan dan pengosongan dilakukan tanpa aba-aba jelas.

“Ini katanya di pengadilan belum beres, tapi mereka sudah ngeluarin surat. Bahkan tertulis bakal nurunin seribu personel dan dua alat berat,” kata Suriyah.

Situasi yang terjadi membuat sebagian warga mengalami syok dan ketakutan.

“Sekarang mah masih syok. Nggak ada aba-aba, tiba-tiba diserang begitu saja. Mereka nggak lihat itu anak kecil atau ibu-ibu,” kata Jubiah.

Ia mengaku semakin terpukul karena wilayah yang digusur adalah tempat kelahirannya.

“Aku lahir di sini, nikah di sini, punya anak di sini. Nggak ikhlas kalau tempat ini dihancurin begitu saja,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait bentrokan maupun proses pengosongan lahan tersebut. Aparat keamanan disebut telah berada di lokasi untuk mencegah eskalasi lanjutan.

Exit mobile version