KORANMANDALA.COM – Sejumlah komoditas pangan di Kota Bandung mengalami kenaikan harga, terutama pada kelompok sayuran. Meski begitu, harga kebutuhan pokok secara umum masih terpantau stabil.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengungkapkan kondisi tersebut saat dihubungi pada Selasa (2/12/2025).
Dia menyebutkan bahwa kenaikan harga terutama terjadi pada cabai rawit, cabai merah, dan cabai keriting yang terpengaruh tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
“Berdasarkan pemantauan kami, harga kebutuhan pokok pada umumnya stabil. Memang ada sedikit peningkatan pada beberapa jenis sayuran, dan itu wajar akibat kondisi cuaca,” ujarnya.
Sementara itu, harga komoditas lain masih berada pada posisi aman. Telur ayam stabil di kisaran Rp30 ribu per kilogram, daging ayam berada di harga Rp38–40 ribu per kilogram, dan daging sapi berkisar Rp120–140 ribu per kilogram. Meiwan memastikan pasokan bahan pangan ke Kota Bandung tetap lancar dan tidak mengalami kelangkaan.
Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Bandung melalui Disdagin mengadakan bazar murah di 30 kecamatan sejak 24 November hingga 5 Desember 2025, dengan tiga kecamatan tiap hari.
Sejumlah komoditas dijual lebih murah dari harga pasar, mulai dari beras SPHP seharga Rp58 ribu per pack, beras premium Bulog Rp73.500, gula pasir Rp16.500 per kilogram, hingga daging sapi Rp120 ribu per kilogram.
Meiwan juga menegaskan bahwa pemerintah meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan dan memastikan koordinasi dengan pemerintah provinsi serta pusat terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga.
