Kamis, 26 Februari 2026 23:52

KORANMANDALA.COM –Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Garda Pajajaran School menggelar aksi solidaritas di depan Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa (2/12/2025). Mereka menuntut pembebasan enam warga yang masih ditahan serta menolak rencana penggusuran lahan tempat tinggal warga.

Raras (20), mahasiswa Universitas Padjadjaran yang turut hadir, menyatakan kehadirannya sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan warga SukaHaji. Ia tergabung dalam Sanggar Anak SukaHaji dan rutin mendampingi warga dalam berbagai aktivitas advokasi.

Menurut Raras, Garda Pajajaran School menjadikan isu SukaHaji sebagai bagian dari Project of Action, yang berfokus pada pendampingan warga dan pengawalan hak atas tanah yang mereka tempati selama bertahun-tahun.

Bandung Luncurkan KTP Pohon: Cara Baru Mengenali dan Menjaga Pohon di Kota

“Tuntutannya masih sama, yaitu mengembalikan hak-hak tanah warga. Diskriminasi dan kriminalisasi masih terjadi,” ujarnya.

Raras menjelaskan bahwa warga baru saja menerima surat pemberitahuan mengenai rencana perataan lahan. Surat tersebut menyebutkan bahwa penggusuran akan dilakukan dalam waktu dekat, dan warga diminta untuk meninggalkan lokasi.

“Kemarin keluar surat bahwa lahan besok akan digusur. Kalau warga tidak pergi, akan ada alat berat dan ormas yang masuk. Itu yang membuat kami harus terus membersamai mereka,” katanya.

Ia menambahkan, ancaman adanya tindakan represif berupa pengerahan alat berat maupun keterlibatan kelompok ormas membuat warga kembali memperkuat barisan perlawanan. Mereka juga meminta dukungan lebih luas dari masyarakat.

“Hari ini fokusnya dua: pengawalan sidang dan ancaman penggusuran. Enam warga masih ditahan dan tuntutannya dianggap tidak relevan dengan realitas bahwa mereka hanya ingin hidup di tanah sendiri,” jelasnya.

Raras menegaskan bahwa dukungan massa serta pemberitaan media sangat dibutuhkan agar perjuangan warga SukaHaji tidak tenggelam.

“Mereka tetap ada, tetap hidup, dan tetap bertahan di kota ini, meski hingga hari ini mereka bahkan belum bisa tidur nyenyak,” ujar Raras.

Exit mobile version