ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Sejumlah pedagang dan pembeli di Pasar Kosambi mengeluhkan kenaikan harga berbagai komoditas sayuran yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Lonjakan harga ini membuat aktivitas jual beli semakin sepi.
Nita (42), pedagang sayuran, mengatakan hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan cukup tajam.
Kata dia, harga bawang merah yang sebelumnya Rp48.000 kini mencapai Rp55.000 per kilogram.
Cabai rawit naik dari Rp60.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Wortel yang biasa dijual Rp12.000 kini menjadi Rp24.000. Sementara cabai keriting ikut naik ke Rp70.000 per kilogram.
ADVERTISEMENT
Pengunjung dan Pelaku UMKM Tanggapi Positif PERSIBDAY Festival
“Kenaikannya sudah terjadi beberapa hari ini,” ujar Nita saat ditemui pada Selasa (2/12/2025).
Ia menduga kenaikan harga dipengaruhi faktor cuaca yang membuat kualitas sayuran mudah rusak. Selain itu, hadirnya pusat perbelanjaan modern juga disebut berdampak pada turunnya jumlah konsumen di pasar tradisional.
“Sepertinya karena cuaca, banyak sayuran yang busuk. Konsumen juga berkurang, pasar jadi sepi. Apalagi ada MBG, banyak orang belanja ke sana. Kalau harga mahal begini, ya sangat berpengaruh,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Juriyah (57), salah satu pembeli. Ia menyebut fenomena kenaikan harga sayuran selalu berulang menjelang akhir tahun.
“Ini seperti rutinitas akhir tahun. Saya kurang tahu karena masalah produksi, transportasi, atau permainan pelaku usaha, tapi hampir semua produk naik serempak,” ujarnya.
Menurut Juriyah, pola panen sayuran yang berbeda-beda seharusnya membuat harga tidak naik bersamaan. Ia menilai karakter pasar dan perilaku sebagian pelaku usaha turut memicu gejolak harga.
“Kalau saya melihatnya lebih ke karakter pasar. Ada gaya ‘mumpung’, mumpung mau tahun baru. Kejadiannya berulang, sama seperti menjelang Idulfitri,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






