ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini memusatkan perhatian pada upaya pencegahan korban jiwa di tengah potensi bencana, khususnya di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang dikenal rawan pergerakan tanah.
Ia menyampaikan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus dilakukan, namun prioritas utama adalah keselamatan warga.
“Koordinasi dengan provinsi terus berjalan, tetapi fokus kami sekarang adalah pencegahan jatuhnya korban,” kata Farhan, Selasa (2/12/2025).
ADVERTISEMENT
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Pasirkaliki. Farhan mengingatkan bahwa wilayah ini pernah mengalami insiden runtuhnya Gedung KONI yang menimpa rumah warga.
“Untuk Pasirkaliki, saya akan meninjau lagi bagaimana penyelesaiannya. Mudah-mudahan ada solusi yang bisa kita ambil,” ucapnya.
Kapolri Pastikan Polda Jabar Siap Hadapi Potensi Bencana Alam
Selain urusan mitigasi, Farhan juga menyoroti kondisi sejumlah warga lanjut usia yang tinggal sendirian. Ia menyebut fenomena ini kian banyak terjadi di perkotaan.
“Kami ingin memastikan kesejahteraan mereka baik-baik saja,” katanya.
Pemkot Bandung juga mulai menggencarkan edukasi terkait pencegahan demam berdarah dengue (DBD) menjelang Januari periode di mana kasus biasanya meningkat. Farhan memberikan imbauan penting kepada warga.
“Kalau ada demam 24 jam yang naik-turun meski sudah diberi obat, segera bawa ke faskes primer. Di puskesmas, minta dokter lakukan pengetesan. Tes DBD ini gratis bila dokter menyatakan perlu,” tegasnya.
Terkait persoalan sampah di kawasan padat penduduk, Farhan menyoroti perlunya pengangkutan yang lebih cepat agar sampah tidak menumpuk di jalur protokol. Ia juga menilai edukasi pengolahan sampah di tingkat RW masih harus diperkuat.
“Kami akan menerapkan program ‘sampah gaslah,’ di mana ada petugas yang setiap hari khusus memilah dan mengolah sampah organik,” jelasnya.
Sementara itu, Pemkot Bandung juga tengah merancang sistem saluran air bawah tanah sebagai solusi jangka panjang untuk tata kelola drainase kota.
“Selokan kita selama ini kecil dan di atas permukaan. Mau tidak mau, kita harus gali ke bawah,” kata Farhan.
Namun Farhan menegaskan desain teknis tersebut masih dalam tahap penyusunan pihaknya.
“Masih kita susun, masih kita desain nantinya akan seperti apa,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






