Jumat, 27 Februari 2026 14:25

KORANMANDALA.COM – Dua keluarga di RW 05 Kelurahan Cimbuleuit terpaksa dievakuasi setelah rumah mereka dinyatakan berada dalam kondisi sangat berbahaya akibat ancaman longsor dan .

Wali Kota , Muhammad Farhan, menegaskan langkah cepat ini diambil untuk memastikan keselamatan warga di tengah cuaca ekstrem yang melanda Bandung dalam beberapa hari terakhir.

“Dengan sangat terpaksa dua keluarga harus kami ungsikan karena rumah mereka sudah terancam longsor. Mereka akan dipindahkan ke dua titik hunian sementara dan seluruh kebutuhannya akan didukung oleh Dinsos serta Pemerintah Kota Bandung,” kata Farhan, Selasa (2/12/2025).

Farhan menekankan evakuasi ini merupakan langkah awal yang perlu dilakukan sebagai bagian dari respons Pemkot Bandung terhadap potensi bencana.

“Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, prinsip kami jelas, tidak boleh ada korban,” tegasnya.

Bencana Banjir dan Longsor Sumatra: Ribuan Jiwa Terdampak, Ratusan Kehilangan Nyawa

Dua keluarga yang diungsikan tersebut berjumlah enam orang. Satu keluarga terdiri dari pasangan lanjut usia, sementara keluarga lainnya adalah seorang ibu tunggal dengan tiga anak. Meski harus pindah sementara, aktivitas pendidikan anak-anak tetap berjalan normal.

“Anak-anak tetap bisa bersekolah seperti biasa,” ungkapnya.

Pemerintah menilai kondisi bangunan yang mereka tempati sudah tidak layak huni. Rumah berdiri di atas lereng dengan tanah yang rawan bergerak, ditambah sejumlah retakan pada struktur bangunan yang memperkuat potensi bahaya.

Menurut Farhan, perbaikan tidak bisa dilakukan sekarang. Selain struktur bangunan yang sudah tidak aman, kondisi cuaca ekstrem membuat proses perbaikan terlalu berisiko bagi warga maupun petugas.

“Bangunannya berada di gawir, tanahnya sudah longsor, gedungnya retak. Mereka awalnya meminta perbaikan, tapi tidak mungkin dilakukan di tengah kondisi seperti ini. Untuk keselamatan, langkah terbaik adalah mengungsikan mereka terlebih dahulu,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Exit mobile version