Jumat, 27 Februari 2026 14:20

KORANMANDALA.COM – Program di Kota kembali mencuat, namun arah pengelolaannya ternyata tidak sepenuhnya berada di tangan Dinas Pendidikan (Disdik).

Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Gufron, menegaskan peran pihaknya dalam program ini sangat terbatas hanya sebatas pemenuhan guru dan penyusunan kurikulum. Selebihnya, semua urusan teknis justru ditangani oleh Dinas Sosial (Dinsos).

“Sekolah rakyat itu ranahnya Dinsos. Kita hanya pemenuhan tenaga guru dan kurikulum. Untuk teknis, bangunan, sampai siswa itu Dinsos,” kata Asep, Selasa (2/12/2025).

Hari Guru, Sekolah Rakyat Bangun Generasi Berdaya Guna Memutus Rantai Kemiskinan

Meski hanya menjadi penyuplai guru, proses penetapan tenaga pendidik pun bukan keputusan murni Pemkot. Ia mengaku penilaian dan penugasan guru dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.

“Itu guru nanti yang nilai langsung pusat, bukan kita. Tahu-tahu orang itu kepanggil saja. Kita juga nggak paham karena semua data ada di pusat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahkan pengangkatan kepala sekolah rakyat pun kerap diberitahukan lewat surat tanpa proses panjang di daerah.

“Ada surat ke kami bahwa si A ini akan jadi kepala sekolah rakyat. Itu bisa di Bandung Barat atau Cimahi,” ucapnya

Sementara itu, kegiatan belajar di sekolah rakyat disebut Asep sudah lama berjalan. Namun Pemkot Bandung kini tengah menyiapkan langkah lebih besar seperti membangun sekolah rakyat unggulan dengan konsep boarding school. Lahannya tak main-main minimal lima hektare.

“Kita sekarang menyiapkan lagi sekolah rakyat yang unggulan, yang nanti Pemkot bangun. Ambil sekitar lima hektare, karena boarding school kan tidak boleh pulang,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat di Bandung, lanjut ia, masih berjalan dengan koordinasi yang terpecah sebagian di pusat, sebagian di Dinsos, sebagian lagi baru akan dibangun Pemkot.

Menurutnya Kota Bandung kini sedang menatap agenda besar yaitu menghadirkan Sekolah Rakyat unggulan berbasis asrama. Namun, sebelum visi itu terwujud, benang kusut koordinasi dan kewenangan antar instansi harus di sisir satu persatu.

“Kita sekarang sedang menatap agenda besar untuk menghadirkan Sekolah Rakyat unggulan berbasis asrama di Kota Bandung,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Exit mobile version