ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kepadatan kendaraan dengan mengembangkan konsep park and ride di beberapa titik strategis Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan rencana ini kini memasuki tahap pembukaan peluang investasi bagi pihak swasta.
Farhan menjelaskan, ada dua kawasan yang diprioritaskan untuk pengembangan park and ride adalah jalur Pasteur dan Alun-Alun Bandung, sebagai pintu masuk utama wisatawan.
ADVERTISEMENT
“Saya sedang berpikir mengembangkan konsep park and ride dengan beberapa investor, khususnya di jalur Pasteur dan Alun-Alun. Wisatawan datang, parkir, dan di tempat parkir itu sudah ada semuanya tempat belanja, kuliner. Kalau ingin keluar ke wilayah lain disediakan shuttle,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (1/12/2025).
Polda Jabar Terapkan Rekayasa Lalin Cegah Kepadatan Arus Balik
Farhan menegaskan keterlibatan investor swasta menjadi kunci utama berjalannya program tersebut.
“Harus ada investasi swasta, tidak bisa tidak,” tambahnya.
Terkait waktu realisasi, Farhan memproyeksikan pembangunan bisa dimulai pada tahun 2027.
“Kayaknya baru bisa tahun 2027, karena bulan-bulan ini kita baru mulai membuka untuk investor. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Parkir Kota Bandung, Yogi Mamesa, memastikan pihaknya sudah menerima arahan awal mengenai rencana tersebut.
“Sebetulnya itu sudah ada. Nanti kita lihat dulu kantong-kantong parkirnya di mana dan kendaraannya seperti apa,” katanya.
Yogi juga menyebutkan rencana penerapan sistem layanan berbasis CSR yang menitikberatkan pada pengurangan volume kendaraan di pusat kota.
“Insya Allah tahun 2026 kita akan galakkan sistemnya, kita menjemput pengguna jasa parkir agar kendaraan tidak menumpuk di pusat kota. Pengunjung disiapkan lokasi parkir, lalu di-drop ke tujuan menggunakan shuttle,” jelasnya.
Program ini rencananya akan difokuskan di pusat-pusat Kota Bandung, memaksimalkan 236 titik parkir resmi yang kini sudah dimiliki pemerintah kota.
“ada 236 kantong parkir yang dimiliki Pemkot, kita akan maksimalkan disitu,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






