ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Empat bulan sejak resmi ditutup pada 6 Agustus lalu, Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) masih terjebak dalam ketidakpastian.
Meski pintu gerbang tidak lagi menerima pengunjung, 710 satwa di dalamnya tetap terawat dan tercatat resmi sebagai satwa dilindungi milik negara.
Namun di balik perawatan harian itu, ada perjuangan para karyawan yang memilih bertahan meski kondisi keuangan semakin kritis.
ADVERTISEMENT
Dalam 10 hari terakhir, para karyawan harus mengambil langkah tak biasa: patungan untuk memenuhi kebutuhan pakan hewan. Donasi internal yang mereka kumpulkan baru mencapai sekitar Rp15 juta, jumlah yang jauh dari ideal. Padahal kebutuhan pakan satwa Bandung Zoo mencapai Rp415 juta per bulan, belum termasuk biaya obat, gaji, dan operasional lainnya.
“Ini murni karena kecintaan kami pada satwa,” ujar Sulhan Syafi’, Humas YMT Bandung Zoo (53). “Tapi solusi terbaik tetap pembukaan kebun binatang, karena pemasukan kami hanya dari tiket.”
Sulhan menegaskan bahwa penutupan Bandung Zoo tidak berkaitan dengan masalah izin.
“Izin lembaga konservasi masih ada, satwa sehat, karyawan bekerja dengan baik. Tapi banyak pihak enggan membuka. Semua saling lempar,” katanya.
Menurutnya, isu administrasi yang tidak kunjung diselesaikan berbagai pihak membuat kebun binatang ini terkatung-katung tanpa kepastian operasional.
Pihak pengelola menyatakan telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Bandung agar pembukaan kembali Bandung Zoo diputuskan melalui mekanisme yang melibatkan pengelola asli serta pihak independen seperti WALHI, FK3I, atau lembaga lain yang netral dan tidak terlibat konflik lama.
“Kami ingin semuanya transparan. Jika mau dibantu tim independen, kami sangat setuju,” tambah Sulhan.
Menanggapi wacana pemindahan satwa, pihak pengelola menegaskan bahwa opsi tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.
“Memindahkan satwa tidak seperti memindahkan kambing. Semua harus pakai dokumen resmi. Itu proses panjang,” ujarnya.
Para karyawan berharap kebun binatang ini segera kembali dibuka, bukan hanya demi pemasukan bagi operasional, tetapi juga agar publik dapat ikut berkontribusi memperbaiki fasilitas dan edukasi konservasi.
“Kami mohon dukungan agar Bandung Zoo segera dibuka. Kalau dibuka, silakan datang. Mari bersama-sama memperbaiki fasilitas dan memberikan masukan,” kata Sulhan.
Pihak pengelola juga membuka peluang bagi masyarakat maupun institusi untuk memberikan bantuan, baik berbentuk donasi maupun program edukasi. Kontak resmi Bandung Zoo: 08112347733.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






