ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, memberikan inspiring session dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University (Tel-U) Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti 4.662 wisudawan di Telkom University Convention Hall.
Zulkifli Hasan, tokoh nasional yang sejak Oktober 2024 ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menko Bidang Pangan, hadir sebagai tamu kehormatan. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan (2009–2014), Ketua MPR RI (2014–2019), dan Menteri Perdagangan (2022–2024).
Pada awal sambutannya, Zulkifli menyapa Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr. Lukman, Direktur Utama YPT Dodi Irawan, Rektor Tel-U Prof. Dr. Suyanto, para wakil rektor, Ketua Senat Tel-U Dr. Ir. Heroe Wijanto, Ketua Pelaksana Wisuda Dr. Anisah Firli, serta para wisudawan beserta orang tua.
ADVERTISEMENT
Alfreandra Dewangga Sumringah Bisa Lakukan Debut Bersama Persib
Dalam paparannya, Zulkifli membagikan pengalaman mengenai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui reformasi kebijakan, penguatan gizi, dan peningkatan produksi pangan. Ia menyebutkan bahwa kebijakan swasembada pangan mulai menunjukkan hasil positif.
“Tahun ini Indonesia sudah tidak mengimpor beras. Produksi nasional naik dari 30 juta menjadi 34,7 juta ton. Dengan meningkatnya produksi, harga di tingkat petani lebih baik. Perbaikan proses yang terus dilakukan akan mendorong Indonesia menuju swasembada pangan,” ujarnya.
Zulkifli juga menargetkan program ketahanan pangan pada 2026 akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan protein. Pemerintah berencana membangun lebih dari 2.000 desa nelayan, membuka 20.000 hektare tambak, serta menyiapkan 20 provinsi sebagai pusat produksi pakan untuk mendukung swasembada protein.
Ia berharap lulusan Telkom University dapat berkontribusi dalam penguatan sektor pangan melalui inovasi dan teknologi, sehingga memberi dampak pada ekonomi kerakyatan dan kemajuan peradaban Indonesia.
Tokoh yang meraih Anugerah Penggerak Nusantara 2025 sebagai “Tokoh Penggerak Sektor Pangan” itu juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa negara tidak bisa bergantung pada sumber daya alam semata.
“Tidak mungkin negara maju hanya mengandalkan sumber daya alam. Yang penting adalah membangun SDM yang kompeten dan berdaya saing global,” kata Zulkifli.
Ia mencontohkan negara-negara tanpa sumber daya alam besar namun mampu berkembang karena masyarakatnya memiliki produktivitas tinggi. Menko Pangan menegaskan bahwa pemberdayaan petani, nelayan, dan peternak harus menjadi prioritas untuk memastikan pemerataan pertumbuhan ekonomi dari desa.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli turut menjelaskan program makan bergizi gratis yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada Maret tahun depan. Menurutnya, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM Indonesia yang unggul, sehat, dan cerdas.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






