KORANMANDALA.COM –Ruang kreatif baru hadir di kawasan Bandung Timur. DotHub Space resmi dibuka di Jl. Bulevar Teknopolis No.1, Cisaranten Kidul, Gedebage, Kota Bandung, sekaligus menandai dimulainya penyelenggaraan Dialog DotHub sebagai program perdana.
Fasilitator DotHub Space, Tan Tik Lam, menyebut kehadiran ruang ini sebagai langkah awal menghidupkan ekosistem kreativitas di wilayah timur Bandung yang selama ini dianggap jauh dari pusat kota. “Yang penting itu memulai. Ini area yang sebelumnya mungkin dianggap jauh, tetapi justru potensi besarnya ada di situ,” ujarnya.
Tan menjelaskan, DotHub Space akan menghadirkan lebih banyak workshop dan program kolaboratif ke depan sebagai upaya membangun ruang seni yang inklusif. “Semoga menjadi energi positif di kawasan Bandung Timur,” tambahnya.
Alun-alun Bandung Siap Dibuka Kembali Usai Empat Bulan Revitalisasi
Pada pembukaan perdananya, DotHub Space memamerkan 82 karya dari 69 seniman, jauh melampaui target awal yang hanya berkisar 30–40 karya. Antusiasme para seniman menjadi alasan jumlah peserta meningkat signifikan.
“Tidak ada batasan tema untuk pameran kali ini karena ini adalah opening pertama kami, dan responsnya luar biasa,” jelas Tan Tik Lam.
Karya yang ditampilkan datang dari berbagai disiplin, mulai seni rupa, grafis, desain, hingga karya berbasis budaya. Sebagian merupakan karya terbaru para seniman, sementara lainnya berasal dari koleksi pribadi.
Pameran ini dibuka setiap hari pukul 07.00–22.00 WIB, dengan akses tiket seharga Rp35.000–Rp50.000 yang dapat dibeli melalui platform DotHub Space.
Salah satu seniman peserta, Ranu, menilai lokasi DotHub Space yang relatif jauh dari pusat kota justru membuka ruang baru bagi komunitas seni Bandung. “Posisinya memang di timur, tetapi ini menjadi ruang baru untuk berkumpul. Karya-karyanya beragam, banyak yang mengangkat konteks Bandung,” katanya.
Ia menyoroti salah satu karya milik Heri Sutresna bertema solidaritas sosial, yang menampilkan dokumentasi gerobak dapur umum di delapan titik kota. “Ini bukan filantropi, tapi solidaritas horizontal. Bukan bantuan dari orang kaya ke orang miskin, melainkan kerja sama antarwarga secara setara,” ujar Ranu.
Ranu juga menegaskan pentingnya ruang seni yang lebih inklusif. Menurutnya, keberagaman pikiran, medium, dan gender perlu dihadirkan secara nyata dalam ekosistem seni agar menjadi ruang yang sehat dan adil bagi semua.
DotHub Space diharapkan menjadi destinasi kreatif baru bagi masyarakat Bandung Timur. Tan Tik Lam optimistis ruang ini akan menjadi magnet baru bagi publik, termasuk wisatawan. “Tujuan kami mengenalkan seni lebih dalam. Ini bisa jadi destinasi wisata akhir tahun,” tegasnya.
Dengan hadirnya DotHub Space, Bandung Timur kini memiliki panggung seni yang membuka peluang kolaborasi lintas disiplin sekaligus memperluas akses masyarakat pada perkembangan seni kontemporer.
