Jumat, 27 Februari 2026 9:27

KORANMANDALA.COMSebanyak 74 siswa di Kabupaten mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Dapur MBG Cigandamekar. Kasus ini mencuat setelah sejumlah siswa membawa pulang makanan tersebut dan memakannya kembali pada sore hari.

Koordinator Program MBG Kabupaten Kuningan, Nissa Rachmi F menyayangkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa dapur penyedia makanan berada di Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, meski insiden keracunan terjadi di wilayah Kecamatan Sedong.

“Kamis pagi saya sudah ke SPPG. Sementara ini kami masih menunggu hasil laboratorium,” ujar Nissa saat dikonfirmasi Koran Mandala melalui pesan WhatsApp, Jumat, 28 November 2025.

Pembatasan Suporter, Persib Bandung Bakal Alami Kerugian Besar Jelang Hadapi Bangkok United

Menurut Nissa, proses pengolahan makanan berlangsung pada Kamis pagi. Masakan kloter kedua selesai sekitar pukul 07.00 WIB, kemudian ditiriskan dan dipacking sebelum dikirim ke sekolah. Makanan tiba di sekolah pada pukul 09.40 WIB dan dilakukan uji cicip (tester) oleh pihak sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Pada waktu yang sama, menu disajikan kepada para siswa.
Food tray kemudian diambil pihak SPPG sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun, berdasarkan informasi dari puskesmas dan hasil wawancara lapangan, sejumlah siswa membawa pulang makanan MBG dan mengonsumsinya kembali pada sore hari. Dari konsumsi itulah muncul dugaan kuat penyebab keracunan massal.

“Total ada 74 siswa penerima manfaat yang terdampak. Mereka sudah mendapat penanganan medis dan rawat jalan,” kata Nissa.

Nissa menegaskan bahwa SPPG sejak awal telah mensosialisasikan aturan bahwa menu MBG tidak boleh dibawa pulang, mengingat risiko penurunan kualitas makanan dan potensi kontaminasi.

“Itu merupakan salah satu SOP yang wajib dipatuhi pihak sekolah maupun siswa,” katanya.

Sebagai langkah kehati-hatian, SPPG menghentikan sementara operasional Dapur MBG Cigandamekar sejak Jumat, 28 November 2025, sambil menunggu surat perintah operasional kembali dari BGN.

“Operasional dihentikan sampai ada instruksi lanjutan,” pungkas Nissa.

1 2

Koranmandala.com

Exit mobile version