ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Di tengah maraknya kasus penipuan hingga penelantaran jemaah umroh yang kerap mencoreng dunia travel religi, HAMSA Mandiri International Tour Cabang Garut menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai prosedur.
Travel umroh yang berkantor pusat di Jakarta itu telah beroperasi di Garut sejak 2018, serta memiliki cabang di Kecamatan Malangbong dan Pameungpeuk. Pada Rabu, 26 November 2025, mereka kembali memberangkatkan 68 jemaah menuju Tanah Suci.
“Alhamdulillah, HAMSA Cabang Garut sudah berdiri sejak 2018 dan telah memberangkatkan banyak jemaah. Hari ini kami kembali melepas 68 jemaah umroh,” ujar pimpinan HAMSA Garut Kota, Hj. Lena Lestari.
ADVERTISEMENT
Prediksi Skor dan Pertandingan Lion City Sailors vs Persib Bandung
Lena menjelaskan, seluruh persiapan keberangkatan dilakukan jauh hari, mulai dari pembinaan ibadah, pemeriksaan fisik, hingga kelengkapan dokumen perjalanan. Menurutnya, dokumen menjadi hal yang paling diperhatikan karena menyangkut keamanan jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Tata kelola dokumen kami sangat rapi karena ini menyangkut keselamatan jemaah,” tegasnya.
Keberangkatan jemaah berpusat di kantor HAMSA di Jalan Ciledug, Garut Kota. Mereka berasal dari tiga kecamatan, yakni Pameungpeuk di bawah pimpinan H. Iwan Setiawan, Malangbong di bawah pimpinan Hj. Imas Alani, serta Garut Kota sendiri.
“Untuk Kecamatan Malangbong ada titik kumpul tersendiri karena jarak menuju Garut Kota cukup jauh,” jelas Lena.
Kisah menarik datang dari Hj. Imas Alani, Brand Manager HAMSA Malangbong. Ia mengaku awalnya hanya seorang jemaah pada 2021. Berkat ketekunan dan kerja keras, sejak 2023 ia dipercaya mengelola cabang.
“Awal tahun pertama, saya hanya membawa dua jemaah. Alhamdulillah keberangkatan berikutnya sudah satu bus,” tuturnya.
Kini, HAMSA Malangbong telah mencatat 13 angkatan keberangkatan, dengan frekuensi satu hingga dua bulan sekali.
“Saya memilih HAMSA karena pelayanannya luar biasa,” ujarnya.
Hal serupa dialami H. Iwan Setiawan dari Kecamatan Pameungpeuk. Ia juga memulai dari jemaah, lalu menjadi agen besar setelah bergabung dengan HAMSA pada 2024. Hingga 2025, ia mengaku telah memberangkatkan lebih dari seribu jemaah.
“Alhamdulillah, sejak 2024 hingga sekarang, jemaah dari Pameungpeuk yang saya berangkatkan sudah lebih dari seribu orang. Banyak yang kembali berangkat karena merasa puas,” katanya.
Iwan menilai, kinerja HAMSA tak pernah mengecewakan. Baginya, sosok pemilik HAMSA, Deni, menjadi alasan utama kepercayaan itu tumbuh.
“Pelayanannya tidak pernah bermasalah. Owner-nya amanah dan transparan. HAMSA berdiri untuk membantu dan mempermudah ibadah umroh dan haji,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih travel umroh, terutama jika tergiur paket dengan harga terlalu murah.
“Harga hotel di Saudi itu mahal, apalagi Oktober sampai Desember bisa naik lima kali lipat. Jadi jangan mudah tergoda paket murah,” ujarnya.
Iwan menambahkan, umroh bisa menjadi kesempatan bagi umat Muslim yang masih menunggu antrean haji.
“Semoga calon jemaah tidak ragu melaksanakan umroh. Sambil menunggu daftar tunggu haji, umroh bisa menjadi pembuka pintu rezeki,” tutupnya.*.*
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






