Daerah

Komunitas Jahitku Hub Dorong Edukasi Pengolahan Limbah Tekstil Melalui Kegiatan Rework

KORANMANDALA.COM –Komunitas Jahitku Hub mengadakan kegiatan edukasi pengolahan limbah tekstil melalui praktik rework, sebagai upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Mengusung moto “‘Dari limbah ke indah, jangan beli kalau masih bisa diperbaiki” Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi para pecinta jahit untuk menciptakan produk baru dari pakaian lama.

“Brand Manager Jahitku, Sandra, menjelaskan bahwa meski Jahitku sudah berdiri dua tahun, fokus pada pengembangan komunitas baru berjalan satu tahun terakhir. ‘Awalnya kami hanya menjual mesin dan aktif di media sosial. Sekarang tujuan kami lebih besar: membentuk komunitas yang peduli lingkungan dan mampu mengolah limbah tekstil,’ ujarnya Senin 24 November 2025.

ADVERTISEMENT

Dua Klub Promosi Kejutkan di Puncak Klasemen Super League, Samai Poin Persib

Sandra mengungkapkan bahwa semangat komunitas ini berangkat dari keprihatinan terhadap limbah tekstil yang menjadi limbah terbesar kedua di dunia.

‘‘Kami ingin membantu mengurangi dampaknya lewat kemampuan menjahit. Dengan mengolah kain sisa dan rework pakaian lama, kami berharap bisa memberi manfaat untuk banyak orang, jelasnya.”

Menurut Sandra, tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan rework ialah keterbatasan ide dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memperbaiki pakaian lama.

‘Makanya kami aktif menyebarkan kampanye di media sosial, agar orang semakin paham bahwa pakaian lama pun bisa diberi kehidupan baru,’ tambahnya.”

“Menurutnya, inti dari gerakan rework adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap pakaian bekas.
‘”Yang kita perlukan bukan barang baru, melainkan cara pandang baru. Tidak apa-apa pakai yang ada, tidak apa-apa memperbaiki pakaian rusak,’ katanya.”

Ia menambahkan bahwa kain bekas, pakaian kotor, bahkan yang robek sekalipun bisa tampil layak setelah diberi sentuhan teknik rework. ‘Setelah diberi kesempatan kedua, banyak pakaian yang ternyata bisa tampil memukau,’ ujarnya.”

Salah satu peserta kegiatan komunitas yaitu Meliana, turut membagikan pengalamannya.

“‘Kegiatannya menyenangkan karena rework adalah bidang yang aku minati. Tantangan terbesarnya menemukan ide, tetapi sangat memuaskan ketika bisa mengubah pakaian lama menjadi sesuatu yang baru,’ katanya.”

Meli berharap kegiatan edukatif seperti ini terus berlanjut. ‘Semoga bisa menambah wawasan dan menghasilkan lebih banyak karya baru,’ tutupnya.” (Sarah)

Menyajikan berita dan konten-konten yang menarik tapi berkualitas dengan bahasa yang lugas. Menuju Indonesia lebih baik.

Published by

Recent Posts

Menteri HAM Natalius Pigai Puncaki Survei Menteri Terburuk Kabinet Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Menteri Agraria dan Tata…

5 jam ago

Gol Menit Akhir Mitkov Bikin Persib Tersungkur di Markas Madura

KORAN MANDALA –Persib Bandung harus pulang tanpa poin setelah kalah 0-1 dari Madura United pada…

6 jam ago

Aksi Kamisan Cimahi Jadi Ruang Kritik dan Aspirasi Warga

KORAN MANDALA – Aksi Kamisan Cimahi jilid kedua digelar di Alun-Alun Kota Cimahi, Kamis (22/10/2026).…

6 jam ago

Hari Santri Nasional, Sekda Garut Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

KORAN MANDALA – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk…

8 jam ago

Sumur Warga Mengering, Krisis Air Bersih Melanda Cipageran Cimahi

KORAN MANDALA –Krisis air bersih melanda kawasan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, seiring musim…

9 jam ago

Bau Sampah Ganggu Warga Sindangsari, TPS Dibangun Tanpa Musyawarah

KORAN MANDALA –Tumpukan sampah di Kampung Warungkandang, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, dikeluhkan warga…

10 jam ago