KORANMANDALA.COM –Selama hampir dua dekade, kawasan Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, selalu dilanda banjir setiap tahun.
Kondisi ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berdampak besar pada sektor pertanian, termasuk ratusan hektare area persawahan yang rutin terendam setiap musim hujan.
Untuk mengakhiri persoalan yang berlangsung bertahun-tahun, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta Pemerintah Kabupaten Karawang dalam penanganan banjir secara menyeluruh.
Persib Bandung Pastikan 19 Ribu Tiket Telah Terjual, Dari 25 Ribu Kuota yang Disediakan
Dalam skema tersebut, Pemkab Karawang bertanggung jawab atas pembebasan lahan. Adapun pembangunan pintu air dan rumah pompa direncanakan di dua titik pintu masuk aliran Sungai Cibeet oleh BBWS Citarum, dengan dukungan anggaran pusat sekitar Rp100 miliar.
“Upaya ini ditargetkan rampung pada 2026 sehingga banjir tahunan yang selama hampir 20 tahun menghantui warga Karangligar tidak lagi terjadi. Pemerintah berharap masyarakat dapat hidup lebih tenang, tanpa kekhawatiran kehilangan harta benda akibat luapan air yang datang tiba-tiba,” ujar Saan Mustopa kepada wartawan usai memaparkan skema proyek pembangunan pintu air dan rumah pompa di Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kamis (20/11/2025).
Selama lebih dari 10 tahun terakhir, Kecamatan Telukjambe Barat tercatat rutin terendam banjir. Selain merusak rumah warga, banjir juga menyebabkan ratusan hektare sawah gagal panen.
“Dengan proyek pembangunan pintu air dan pompa ini, diharapkan banjir di Karangligar benar-benar berakhir,” katanya.
Namun demikian, meski proyek pengendalian banjir telah berjalan, sebagian kawasan Karangligar masih mengalami genangan pada musim hujan tahun ini. Masyarakat yang telah terbiasa menghadapi banjir tetap bersikap waspada dengan menyiapkan barang-barang berharga dan mengantisipasi kemungkinan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
