Kamis, 26 Februari 2026 22:09

KORANMANDALA.COM – Penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Gunung Batu, Kota Bandung, mencapai sekitar 100 ton. Kondisi ini terjadi akibat volume sampah yang masuk jauh lebih besar dibandingkan jumlah yang dapat diangkut setiap hari.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pengelolaan Persampahan dan Limbah DLH Kota Bandung, Salman Faruq, saat ditemui pada Kamis (13/11/2025).

Salman menjelaskan, penumpukan sudah berlangsung cukup lama meski pengangkutan tetap dilakukan secara bertahap.

Bandung Darurat Sampah, Pemkot Upayakan Solusi Cepat dan Teknologi Baru

“Sampah yang tertumpuk di sini kurang lebih sepanjang 200 meter atau sekitar 100 ton. Bukan tidak kami angkut, tetapi volumenya lebih besar dari yang bisa diangkut secara reguler,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, DLH Kota Bandung mengerahkan satu unit alat berat serta 9 hingga 11 armada truk berkapasitas besar. Pembersihan ditargetkan menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa hari ke depan.

“Hari ini kita lakukan pembersihan dengan alat berat dan armada besar. Mudah-mudahan TPS Gunung Batu Timur bisa dibersihkan secara signifikan,” kata Salman.

Seluruh sampah yang diangkut diarahkan ke TPA Sarimukti dengan memaksimalkan kuota harian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di sisi lain, Salman berharap penumpukan tidak kembali terulang. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku bijak dalam mengelola sampah.

“Kami minta masyarakat menerapkan 3R—reduce, reuse, recycle—dan mengolah sampah secara mandiri agar sampah yang masuk ke TPS tidak berlebihan,” ujarnya.

DLH Kota Bandung telah mengidentifikasi sedikitnya 10 TPS yang membutuhkan penanganan serupa. Pembersihan dilakukan secara bertahap hingga dua minggu ke depan. DLH juga mengaktifkan unit reaksi cepat (booster) untuk meninjau titik rawan penumpukan, termasuk keberadaan sampah liar di luar TPS.

Salman menambahkan, pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti menjadi kendala utama. Sementara itu, tingkat partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah dinilai masih rendah.

“Peran serta masyarakat dalam pengurangan sampah baru sekitar 30 persen. Pengolahan oleh pemerintah juga belum signifikan mengurangi timbulan sampah,” tuturnya.

Saat ini, produksi sampah Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari. Namun, hanya sekitar 981 ton yang dapat dikirim ke TPA Sarimukti setiap hari akibat pembatasan tersebut.

Menyajikan berita dan konten-konten yang menarik tapi berkualitas dengan bahasa yang lugas. Menuju Indonesia lebih baik.

Exit mobile version