ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Sebagian bangunan ruang kelas di lingkungan SMP Pasundan 1 dan 2 Kota Bandung ambruk saat kegiatan belajar mengajar (KBM) tengah berlangsung, Senin (3/11). Beruntung tak ada korban jiwa karena saat kejadian ruangan yang roboh dalam keadaan kosong.
Namun begitu, enam siswa dan satu pegawai sekolah sempat mengalami luka ringan akibat tertimpa serpihan bangunan. Mereka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bandung Kiwari untuk mendapatkan perawatan medis.
“Pertama, mereka kami evakuasi ke ruang UKS. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah, kemarin sore semuanya sudah pulang karena hanya mengalami luka ringan. Ada yang luka di tangan, ada juga di kaki karena tertusuk paku di lokasi kejadian,” ujar Kepala SMP Pasundan 1 Kota Bandung Nana Mulyana, Selasa (4/11/2025).
ADVERTISEMENT
Menurut Nana, insiden tersebut terjadi saat pergantian jam pelajaran. Guru sudah berada di dalam kelas menunggu siswa yang baru selesai praktik komputer di laboratorium. Belum semua siswa masuk ke ruang kelas, sehingga sebagian besar berhasil selamat.
“Tiba-tiba terdengar bunyi ‘krek’, dan dalam hitungan detik bangunan langsung roboh. Guru yang ada di dalam berusaha menahan puing sambil menyelamatkan siswa. Anak-anak yang berada di dekat guru segera berlindung di bawah bangku, sehingga bisa terselamatkan,” terangnya.
Nana menuturkan, bangunan yang ambruk merupakan bagian dari gedung lama yang sudah berusia panjang. Gedung dibangun tahun 1960 dan sudah pernah direhab.
“Kami sebenarnya sudah mengusulkan perbaikan kembali untuk tahun 2026, tapi keburu ambruk. Ini murni bencana alam, bukan karena kelalaian,” tukasnya.
Ia menduga kondisi cuaca ekstrem yang melanda Bandung dalam beberapa hari terakhir turut memperlemah struktur bangunan.
“Kalau dibilang rapuh, tidak terlalu. Mungkin karena faktor cuaca juga. Dari luar kelihatannya normal, tidak ada tanda-tanda akan roboh,” imbuhnya.
Pasca-insiden, sejumlah pihak langsung turun ke lokasi. Tim dari Dinas Pendidikan Kota Bandung, Bappenas, dan Cipta Bintar telah melakukan pemeriksaan serta pencatatan kondisi bangunan untuk proses revitalisasi.
“Tadi sudah ada pihak dari Bappenas yang datang untuk mengecek kondisi bangunan sekaligus mencatat untuk revitalisasi. Sekarang dari Cipta Bintar juga sudah datang untuk memeriksa kelayakan bangunan utama di bagian lain,” ungkapnya.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut kini berangsur normal. Dinas Pendidikan Kota Bandung menyarankan agar kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh. Nana menerangkan, pembelajaran jarak jauh dijalani siswa kelas 7, karena terdapat tujuh ruang yang masih dalam tahap perbaikan. Sementara kelas 8 dan 9 tetap melaksanakan kegiatan belajar di sekolah seperti biasa.
“Yang PJJ itu ada kelas 7, sebanyak tujuh ruangan. Jumlah siswanya sekitar 200 orang. Sedangkan kelas 8 dan 9 tetap masuk seperti biasa,” sebutnya.
Kepala Sekolah juga menegaskan, prioritas utama pihak sekolah adalah memastikan keselamatan seluruh siswa dan tenaga pendidik. Oleh karena itu, pihaknya segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit guna memastikan tak ada luka dalam yang dialami mereka.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan semuanya luka ringan. Alhamdulillah tidak ada korban serius,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron didampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Pertama Yanuar Teguh Epsa meninjau langsung lokasi kejadian kemarin.
Dalam kesempatan itu, Gufron mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah untuk rutin mengecek kondisi bangunan di masing-masing satuan pendidikan. Terlebih saat ini, curah hujan di Kota Bandung cukup tinggi disertai angin kencang, sehingga harus lebih diperhatikan.
“Saya mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah untuk mengecek lingkungan sekolah termasuk bangunan secara berkala. Jika sudah terlihat tanda yang membahayakan maka harus segera diantisipasi,” katanya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






