Jumat, 27 Februari 2026 17:38

KORANMANDALA.COMPerum menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis () di Indonesia wajib menggunakan beras dari Bulog.

Kebijakan tersebut akan diterapkan secara nasional guna memastikan pelaksanaan program berjalan lebih terarah dan seragam di setiap daerah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kantor Pegadaian Karawang, Rabu (29/10/2025).

Korban Keracunan Program MBG di Bandung Barat Tembus 518 Orang, 50 Siswa Masih Dirawat

Menurut Ahmad Rizal, sejumlah kabupaten dan kota telah lebih dulu menggunakan beras Bulog dalam menjalankan program MBG melalui mekanisme Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) masing-masing.

“Ke depan, program ini akan diatur melalui petunjuk teknis (juknis) penyaluran beras SPHP agar pelaksanaannya lebih terarah dan seragam,” ujar Ahmad Rizal.

Ia menambahkan, seluruh program MBG di Tanah Air akan menggunakan beras Bulog, baik jenis premium maupun medium, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di setiap daerah.

Bulog memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman, dengan stok mencapai 3,8 juta ton. Persediaan tersebut siap disalurkan untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

“Ketersediaan beras kami sangat cukup. Bulog siap menyuplai kebutuhan program MBG di semua wilayah Indonesia,” tegas Ahmad Rizal.

Dengan stok yang memadai serta sistem distribusi yang telah disiapkan, Bulog optimistis dapat menjaga kelancaran pasokan sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis secara nasional.

Kontributor

Exit mobile version