ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Sejumlah warga Kota Bandung mulai mengeluhkan kondisi jalan yang terganggu akibat proyek penataan kabel udara ke sistem ducting bawah tanah.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Malabar, di mana galian proyek masih memakan sebagian badan jalan dan menghambat arus kendaraan menuju kawasan BPI.
Meski begitu, Pemerintah Kota Bandung memastikan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya besar untuk menertibkan kabel udara yang selama ini semrawut di berbagai titik kota. Proyek ini disebut akan selesai secara bertahap hingga tahun 2026.
ADVERTISEMENT
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa penurunan kabel udara menjadi prioritas utama agar wajah kota terlihat lebih rapi dan aman bagi masyarakat.
“Kita ingin Bandung ini tampil tertib dan nyaman. Jadi penurunan kabel di atas tiang menjadi bagian penting dari penataan kota,” ujar Erwin, Jumat (24/10).
Erwin menjelaskan, ada dua pihak yang saat ini menangani proyek ducting, yakni Bandung Infra Investama (BII) dan Jastel (Jaringan Telekomunikasi). Menurutnya, BII telah memulai penurunan kabel secara bertahap, sementara Jastel masih dalam tahap pembahasan kesepakatan teknis dan anggaran.
“Prinsipnya semua sedang berproses. Kita terus koordinasikan agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan di lapangan,” katanya.
Pemkot Bandung pun meminta warga aktif melaporkan bila terdapat galian yang menutup akses jalan atau mengganggu aktivitas sekitar. Warga dapat menyampaikan laporan melalui call center 112, kanal media sosial resmi Pemkot, atau bahkan langsung ke nomor pribadi wakil wali kota.
Beberapa titik lain yang juga tengah dipantau selain Jalan Malabar adalah Jalan Laswi, Braga, dan Dago, yang menjadi prioritas penurunan kabel udara.
Erwin mengakui pekerjaan di lapangan tidak selalu berjalan mulus karena melibatkan banyak pihak dan jaringan kabel yang berbeda-beda. Namun ia optimistis seluruh pekerjaan dapat tuntas pada tahun 2026.
“Kami Insya Allah akan responsif. Kalau ada galian atau kabel yang mengganggu, cukup laporkan, nanti langsung kami tindak,” tegasnya.
Meski target rampung masih dua tahun lagi, warga berharap proses perbaikan bisa lebih cepat dan tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan.
Sebab, di beberapa lokasi, galian yang dibiarkan terlalu lama kerap menimbulkan keluhan pengguna jalan dan pedagang sekitar.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






