KORANMANDALA.COM –Setelah dua bulan terhenti, denyut kehidupan di Kebun Binatang Bandung mulai terdengar lagi. Di antara suara burung dan hembusan angin di bawah rindangnya pohon tua, para pekerja sibuk memperbaiki kandang, mengecat pagar, dan menambal dinding yang rusak.
Bukan sekadar renovasi, tapi simbol dari upaya kebangkitan setelah insiden yang sempat membuat kawasan wisata ini lumpuh pada awal Agustus lalu.
Humas Bandung Zoo, Sultan Syafi’i, mengatakan sejumlah perbaikan dilakukan hampir di seluruh area.
“Fokus utama kami di kandang satwa besar. Sekarang kami sedang beresin kandang kudanil, yang dekat kolam bulat itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi, baru-baru ini.
Selamatkan Bandung Zoo, Firman Manan: Pemkot Harus Bentuk Tim Transisi
Kandang kudanil menjadi prioritas karena posisinya strategis dan selalu menarik perhatian pengunjung. Nantinya, desain baru dibuat lebih terbuka agar pengunjung bisa melihat kudanil saat berendam tanpa mengganggu aktivitas alaminya.
“Kita bikin lebih keren, tapi tetap aman buat satwa. Kalau dia berendam juga bisa terlihat jelas,” kata Sultan.
Selain itu, perbaikan juga menyentuh kandang macan tutul, gajah, orangutan, hingga area burung. Beberapa di antaranya bahkan sudah rampung.
“Kandang gajah udah beres, orangutan juga. Yang sekarang kami kebut itu kandang macan tutul, karena butuh sistem keamanan yang lebih kuat,” tambahnya.
Selama dua bulan tanpa pengunjung, pengelola tetap berjuang menjaga rutinitas perawatan hewan. Tidak ada pemasukan, tapi makanan satwa dan kebersihan kandang tetap jadi prioritas.
“Nggak ada operasional, tapi kandang harus tetap dijaga. Perbaikan kecil terus kami lakukan,” ucap Sultan, menegaskan komitmen timnya.
Sultan menyebut perbaikan kandang macan tutul dilakukan lebih serius. Selain kenyamanan, faktor keselamatan menjadi perhatian utama.
“Kita nggak mau kejadian di kebun binatang lain terulang. Jadi sistem kandangnya harus benar-benar kuat,” ujarnya.
Kebun Binatang Bandung sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dalam insiden 6 Agustus 2025, ketika massa mencoba masuk ke area kebun binatang dan menjebol beberapa fasilitas. Gerbang utama menjadi salah satu yang paling terdampak.
“Pintunya jebol, sampai hancur. Itu juga sedang kami ganti total,” kenang Sultan.
Kini, meski belum sepenuhnya pulih, semangat pengelola untuk membuka kembali kawasan ini terlihat jelas. Mereka ingin kebun binatang kembali menjadi ruang edukasi dan rekreasi bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
“Banyak anak sekolah datang ke sini untuk belajar mengenal satwa. Kami ingin itu bisa berjalan lagi,” tuturnya.
Lebih jauh, Sultan berharap situasi di sekitar kebun binatang tetap kondusif agar proses perbaikan berjalan lancar.
“Yang kami mau cuma satu: damai seperti dulu. Kasihan satwa dan karyawan kalau suasananya ribut terus,” pintanya lirih.
Di balik pagar yang sedang dicat ulang dan kandang yang dibangun kembali, tersimpan tekad kuat untuk bertahan. Kebun Binatang Bandung bukan sekadar tempat wisata tapi rumah bagi ratusan satwa yang nasibnya bergantung pada ketenangan dan tangan-tangan yang merawatnya.
