ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Dua pekerja bangunan tertimpa reruntuhan tembok saat membongkar bangunan bekas gudang di kawasan Vila Saung Gunung, Blok Cipari, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan kerja di wilayah tersebut. Beberapa bulan lalu, insiden serupa juga terjadi di tepi Jalan Ciharendong, tepatnya di depan Toko Bahan Bangunan RKM Kuningan, yang menewaskan satu pekerja akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
ADVERTISEMENT
Camat Cigugur, Yono Rachmansyah, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengimbau para pekerja agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dalam setiap aktivitas pembongkaran bangunan.
“Kami mengingatkan pentingnya keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Yono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Kapolsek Cigugur AKP Kuswa menjelaskan, kedua korban saat itu tengah melakukan pembongkaran tembok bekas gudang berukuran sekitar 4 x 8 meter. Tiba-tiba, tembok roboh dan menimpa keduanya.
“Keduanya langsung dilarikan ke RS Sekar Kamulyan Cigugur untuk mendapat pertolongan medis,” kata Kuswa.
Diketahui, kedua korban adalah Encu Sudarso (50), warga Kelurahan Cipari, dan Sakum (37), warga Kampung Dano, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.
Saat kejadian, Enco sedang memukul bagian bawah tembok menggunakan martil seberat 3 kilogram. Namun tanpa diduga, tembok roboh dan menimpa mereka berdua.
Korban Enco mengalami luka parah di bagian kepala dan dada, sedangkan Sakum mengalami luka pada perut, tangan kanan, serta patah tulang kaki kanan. Rekan-rekan korban yang berada di sekitar lokasi segera menolong dan mengevakuasi keduanya ke rumah sakit.
Sayangnya, nyawa Enco tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara Sakum masih menjalani perawatan intensif di RS Sekar Kamulyan Cigugur.
Kapolsek menambahkan, kasus ini masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Cigugur bekerja sama dengan Satreskrim Polres Kuningan.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti robohnya tembok tersebut,” pungkas AKP Kuswa.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






