Kamis, 26 Februari 2026 19:35

KORANMANDALA.COM Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di (KBB) terus menjadi perhatian publik.

Hingga Kamis (16/10/2025), jumlah total korban mencapai 518 orang, dengan 50 siswa masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Menurut data Dinas Kesehatan Bandung Barat, kasus keracunan tersebar di tiga lokasi berbeda. Lonjakan terbesar terjadi di SMPN 1 Cisarua, Desa Jambudipa, dengan 502 korban.

147 Warga Keracunan MBG, Bupati Garut Tetapkan Status KLB

Sementara itu, 11 siswa berasal dari dua sekolah di Desa Pasir Langu, dan 5 siswa lainnya dari dua sekolah di Desa Padalarang.

“Hingga pagi ini hanya tersisa 50 siswa yang masih dirawat, dan kondisinya terus membaik,” ujar Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam keterangan resminya.

Para korban yang masih dirawat tersebar di enam fasilitas kesehatan, yaitu RSUD Lembang (16 siswa), RS Jiwa Cisarua (7), RS Dustira Cimahi (9), Klinik Advent (10), Posko SMPN 1 Cisarua (7), dan Puskesmas Jayagiri (1).

Jeje memastikan bahwa pemerintah daerah tengah menelusuri sumber penyebab keracunan. Sampel makanan dan muntahan para siswa telah dikirim ke laboratorium untuk mengetahui jenis bakteri yang memicu kejadian tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur-dapur pengolahan MBG, sekaligus memperketat pengawasan bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Setiap daerah akan membentuk satuan tugas (satgas) guna memastikan keamanan pangan bagi peserta program.

“Program MBG ini pada dasarnya sangat baik, tapi pengawasan harus lebih ketat agar tidak lagi menimbulkan korban,” tegas Jeje.

Koranmandala.com

Exit mobile version