KORANMANDALA.COM –Program siskamling yang digagas Wali Kota Bandung M. Farhan mendapat apresiasi dari anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, dari Fraksi PKS.
Apresiasi tersebut disampaikan Ahmad saat kegiatan bebersih dalam rangka Hari Jadi ke-215 Kota Bandung di Alun-Alun Ujungberung, Rabu (15/10/2025).
Ahmad mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang mengintegrasikan kegiatan siskamling dengan kesiapsiagaan bencana atau mitigasi bencana.
Bobotoh, Tiket Persib vs Selangor FC Sudah Dapat Dipesan Dengan Banyak Diskon
Menurutnya, upaya tersebut penting mengingat Kota Bandung memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi, terutama akibat aktivitas Sesar Lembang.
“Saya memberikan apresiasi kepada Pemkot Bandung yang telah melaksanakan program siskamling dalam rangka siaga bencana atau mitigasi bencana. Ini langkah yang sangat baik, karena Bandung memiliki potensi untuk terdampak aktivitas Sesar Lembang,” ujar Ahmad.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan bencana tidak hanya penting dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan sejak tahap antisipasi.
“Yang paling penting bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi bagaimana kita mengantisipasi. Semua stakeholder, baik pemerintah maupun masyarakat, harus siap menghadapi situasi darurat,” tegasnya.
Meski demikian, Ahmad menyebutkan bahwa penerapan siskamling siaga bencana di Kota Bandung saat ini baru dilaksanakan di tiga kecamatan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Siaga Bencana (KSB). Ketiga kecamatan tersebut yakni Ujungberung, Mandalajati, dan Cidadap.
“Alhamdulillah, Kecamatan Ujungberung menjadi salah satu dari tiga kawasan siaga bencana di Kota Bandung, selain Mandalajati dan Cidadap,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, program siaga bencana tersebut diisi dengan kegiatan simulasi penanganan bencana sebagai bentuk latihan kesiapsiagaan bagi masyarakat.
Ahmad berharap, program serupa dapat diperluas ke seluruh wilayah Kota Bandung agar masyarakat lebih tanggap terhadap potensi bencana.
“Sosialisasi harus dilakukan secara merata di seluruh wilayah, agar masyarakat Kota Bandung siap dan bisa mengantisipasi bila terjadi bencana,” pungkasnya.
