ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kota Bandung menghadapi ancaman serius dalam pengelolaan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dipastikan tidak lagi bisa menampung seluruh sampah yang dikirim dari Kota Bandung.
Kapasitas pembuangan bahkan dikurangi hingga 500 ton per hari menjelang rencana penutupan total TPA tersebut.
Wali Kota Bandung M. Farhan, mengungkapkan bahwa pembatasan ini merupakan dampak dari kondisi TPA Sarimukti yang sudah mendekati batas daya tampung.
ADVERTISEMENT
Wakil Bupati Garut Resmikan Bank Sampah KSM Binangkit di Tarogong Kidul
“TPA Sarimukti akan segera ditutup sehingga kuota sampah yang bisa dibawa ke sana berkurang hampir 500 ton per hari,” ujar Farhan saat menghadiri kegiatan bersih-bersih dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215 di Alun-alun Ujungberung, Rabu (15/10/2025).
Farhan mengingatkan, persoalan sampah tidak bisa lagi diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam mengatasi krisis ini.
“Yang bisa kita lakukan adalah mengganti keyakinan kita terhadap sampah. Mulailah dari hal kecil: buang sampah pada tempatnya dan pastikan sampah hari ini habis hari ini,” tuturnya.
Meski begitu, Farhan mengakui upaya ini tidak mudah. Namun ia menilai pondasi perubahan sudah dirintis sejak masa pemerintahan sebelumnya melalui program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan).
“Tidak mudah memang, tetapi pemerintah sebelumnya sudah merintis solusi dengan Kang Pisman. Itu keren sekali,” katanya.
Ia menambahkan, hasil olahan program Kang Pisman kini mulai memberi dampak nyata. Sampah yang diolah menjadi kompos dimanfaatkan untuk program Buruan SAE, yaitu kebun produktif warga yang menanam sayur dan membudidayakan ikan lele.
“Hasil olahan Kang Pisman jadi pupuk kompos yang dipakai untuk Buruan SAE, lalu hasil sayur dan lelenya dimanfaatkan oleh Dapur Sehat Anti Stunting,” jelas Farhan.
Namun, di balik optimisme itu, tantangan besar masih membayangi. Tanpa terobosan nyata dalam pengelolaan sampah skala kota mulai dari sistem pemilahan, daur ulang, hingga pengurangan dari sumber Bandung berisiko menghadapi krisis lingkungan yang lebih parah ketika TPA Sarimukti benar-benar ditutup.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






