ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Panglima Santri Karawang, Ahmad Zamakhsyari atau yang akrab disapa Kang Jimmy, menyampaikan penyesalannya atas tayangan di salah satu stasiun televisi nasional yang dinilai menyudutkan dunia pesantren.
Dalam tayangan tersebut, aktivitas santri yang membantu pembangunan pesantren digambarkan layaknya kerja paksa.
“Narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Pembangunan di pesantren bersifat insidental, biasanya dilakukan tiga hingga lima tahun sekali, dan berbentuk kerja bakti atau gotong royong. Tidak pernah ada pesantren yang memperlakukan santrinya sebagai budak,” tegas Kang Jimmy, Selasa (14/10/2025).
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan, budaya gotong royong merupakan bagian dari pendidikan karakter di lingkungan pesantren. Melalui kegiatan tersebut, para santri dilatih untuk saling membantu dan berkontribusi bagi kemajuan lembaga.
Lebih lanjut, Kang Jimmy menekankan bahwa penghormatan terhadap kiai dan guru merupakan ajaran dasar dalam dunia pesantren, sebagaimana termuat dalam kitab Ta’līm al-Muta’allim karya Syekh Ibrahim bin Ismail.
Dalam kitab tersebut, santri diajarkan untuk mencintai sesama, menghormati yang lebih tua, serta berbakti kepada guru sebagai bentuk adab dan pencarian keberkahan ilmu.
“Saya mengimbau seluruh santri di Indonesia agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Sampaikan pendapat dengan cara yang santun dan beradab, tanpa tindakan arogan maupun anarkis,” ujarnya.
Meski demikian, Kang Jimmy menyatakan bahwa pihaknya tetap akan menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap tayangan tersebut.
“Rencananya pada hari Jumat, teman-teman pesantren akan turun ke jalan untuk melakukan aksi damai yang berpusat di Al-Jihad,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






