KORANMANDALA.COM –Insiden kebakaran yang terjadi di salah satu dapur MBG di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jumat (10/10/2025), membuka fakta bahwa sebagian besar dapur MBG di wilayah tersebut tidak memiliki alat pemadam kebakaran (APAR) yang memadai dan belum pernah mendapatkan pelatihan penanggulangan kebakaran.
Kepala UPTD Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, S.E., mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah dilibatkan oleh manajemen MBG untuk memberikan pelatihan atau pendampingan terkait keselamatan kerja di dapur.
“Selama MBG beroperasi di Kuningan, kami belum pernah menerima laporan maupun permintaan pelatihan dari mereka. Bahkan, dapur MBG di Pasawahan yang mengalami kebakaran pun tidak melapor ke Damkar,” ujar Arga saat dihubungi koranmandala.com, Senin (13/10/2025).
Menu MBG di SMAN 1 Jalaksana Ada Belatung, Ini Tanggapan Sekda Kuningan
Menurut Arga, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran.
Ia menilai, setiap dapur seharusnya memiliki APAR berisi CO₂, bukan jenis serbuk, karena lebih efektif digunakan untuk mengatasi kebakaran akibat minyak atau gas di dapur.
“APAR itu wajib ada di setiap dapur. Tapi yang lebih penting lagi adalah para pegawai harus tahu cara menggunakannya. Tanpa pelatihan, alat yang ada pun jadi tidak berguna,” tegasnya.
Arga menambahkan, dari total lebih dari 80 dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Kuningan, baru tiga dapur yang pernah mengikuti pelatihan bersama Damkar. Sisanya belum pernah mengajukan permohonan pelatihan.
“Kami siap membantu jika ada permintaan. Tapi sampai sekarang, mayoritas dapur MBG belum berkoordinasi dengan kami,” katanya.
Minimnya fasilitas keselamatan dan kurangnya pelatihan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak insiden kebakaran di dapur MBG Pasawahan, yang menyebabkan satu pekerja mengalami luka bakar serius.
