ADVERTISEMENT
“Pendistribusian MBG harus bebas dari pungutan apa pun motifnya, karena sudah ada biaya distribusi dari setiap SPPG untuk para kader. Yang lebih penting, manfaat MBG harus benar-benar dirasakan masyarakat dalam upaya menurunkan angka stunting,” tegasnya.
Kader Posyandu Dukung Penyaluran MBG Tanpa Iuran
ADVERTISEMENT
Kader Posyandu Kelurahan Tanjung, Teti, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan distribusi MBG gratis tanpa pungutan.
“Kami berkomitmen dan mendukung penuh program MBG B3 gratis tanpa iuran, sesuai dengan SOP hasil sosialisasi Kemendukbangga dan arahan Wali Kota. Saya juga akan mensosialisasikan kepada kader lainnya,” ujarnya.
Ada Evaluasi dan Help Desk Aduan Masyarakat
Sebagai tindak lanjut, layanan pengaduan (help desk) MBG B3 akan dibuka di setiap Balai Penyuluhan KB di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Pihak SPPG juga berkomitmen memberikan insentif bagi kader sebagai biaya distribusi serta menambah titik pengantaran dari satu menjadi tiga lokasi agar proses penyaluran lebih efisien.
Selain itu, evaluasi berkala akan dilakukan bersama Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya, PKB, SPPG, TPK, kader, dan pihak terkait lainnya, di bawah supervisi Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat. Langkah ini diharapkan memperkuat koordinasi dan memastikan program MBG berjalan transparan dan tepat sasaran.
Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka prevalensi stunting di Kota Tasikmalaya masih berada di 19,6 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Barat sebesar 15,9 persen. Program MBG diharapkan dapat berkontribusi menurunkan angka tersebut.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






