ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong percepatan dan peningkatan kinerja Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).
Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan Kick Off Implementation Support Mission yang digelar di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN Pudji Prasetijanto Hadi mengatakan, pelaksanaan ILASPP harus memberikan hasil nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administratif.
ADVERTISEMENT
MANDALA TALK: Menakar ILASPP dari Sudut Pandang Akademisi Geospasial – Dr.Soni Darmawan
“Keberhasilan program ini tidak ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, tetapi oleh bagaimana kita menjaganya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pudji menyampaikan lima langkah utama untuk mempercepat pelaksanaan ILASPP. Pertama, optimalisasi potensi anggaran pada Triwulan IV.
Kedua, pelatihan dan kajian peningkatan kapasitas sumber daya manusia bersama mitra terkait. Ketiga, penguatan peran Steering Committee agar koordinasi kebijakan lebih terarah.
Keempat, percepatan proses pengadaan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Kelima, penyusunan Annual Work Plan (AWP) 2026 yang akan disampaikan ke Kementerian Keuangan pada November 2025.
Pudji juga menegaskan pentingnya akuntabilitas, transparansi, dan integritas dalam pelaksanaan program. Ia meminta seluruh pelaksana untuk tidak terjebak pada kegiatan seremonial dan fokus pada hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
“Yang kita butuhkan adalah hasil yang benar-benar berdampak,” kata Pudji.
Program ILASPP merupakan salah satu upaya ATR/BPN untuk memperkuat administrasi pertanahan dan penataan ruang secara terintegrasi, guna meningkatkan kepastian hukum dan pelayanan kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






