KoranMandala.com –Pembangunan underpass Gorowong yang berada di bawah perlintasan kereta api Jalan Surotokunto, Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, baru mencapai progres 39,97 persen.
Proyek yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025 itu mengalami hambatan karena adanya jaringan pipa gas bawah tanah di area proyek.
“Sekarang posisinya sudah hampir 40 persen,” ujar Ketua Tim Jembatan Dinas PUPR Karawang, Julianto Angga Nugroho, saat ditemui di lokasi proyek, Senin (6/10/2025).
Satresnarkoba Polres Karawang Ungkap Kasus Tembakau Sintetis, Satu Pelaku Dibekuk di Karawang Barat
Angga menjelaskan, keberadaan pipa gas menjadi kendala utama yang berpotensi menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek.
Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi agar pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana.
“Meski pengerjaan berlangsung di area strategis dengan lalu lintas kereta api yang tetap aktif, kami tetap optimistis proyek ini bisa rampung tepat waktu. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak, terutama terkait pemindahan pipa gas, terus kami lakukan guna memastikan tahapan selanjutnya berjalan lancar,” katanya.
Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan dinding penahan tanah (retaining wall) dan penggalian badan underpass.
Setelah tahap ini selesai, pembangunan struktur box culvert di bawah rel akan segera dilaksanakan.
Menurut Angga, proyek underpass Gorowong menggunakan metode konstruksi fast track, dengan sistem pengecoran beton berkualitas tinggi yang dapat mengering dalam waktu hanya tujuh hari, jauh lebih cepat dibanding beton konvensional.
