KoranMandala.com –Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung kembali menggelar job fair tingkat kecamatan di Arcamanik, Sabtu (4/10/2025), sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan.
Namun, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka pengangguran di kota ini.
Kepala Disnaker Kota Bandung, H. Andri Darusman, menargetkan setidaknya 50 persen peserta job fair tahun ini dapat terserap di dunia kerja.
Adakan Job Fair, Bukti Komitmen Pemkab Bandung Turunkan Angka Pengangguran
“Target kami minimal 50 persen peserta bisa terserap kerja. Tahun lalu hasilnya mencapai 60 persen,” kata Andri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bandung pada Agustus 2024 tercatat sebesar 7,40 persen, atau sekitar 116 ribu orang dari total 1,35 juta angkatan kerja.
Sementara pada 2025, jumlah pengangguran terbuka menurun menjadi 100.300 orang, namun persentasenya masih berada di kisaran 7,4 persen.
Andri menjelaskan, masyarakat kini dapat mendaftar job fair secara daring melalui aplikasi New Bimma, yang menampilkan berbagai lowongan kerja dari perusahaan di Kota Bandung dan sekitarnya.
“Cukup login menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pencari kerja bisa memilih perusahaan yang diminati,” jelasnya.
Disnaker menilai digitalisasi sistem pendaftaran ini dapat memperluas jangkauan pencari kerja sekaligus mempermudah proses rekrutmen oleh perusahaan.
Meski demikian, efektivitas program job fair masih perlu diuji sejauh mana mampu menurunkan angka pengangguran secara berkelanjutan di Kota Bandung. (Rafli)
