Meski keberatan, Neneng mengakui keberadaan feeder memang penting untuk mempermudah mobilitas warga kota. Hanya saja, ia menilai langkah yang diambil Pemprov Jabar tidak matang.
“Kalau feeder itu memang perlu, tapi titik-titiknya harus jelas. Kami tidak tahu ada uji coba, tidak tahu rutenya dari mana ke mana. Jangan sampai uji coba ini hanya jadi ajang buang anggaran tanpa hasil,” tegasnya.
Organda menilai ke depan, setiap program transportasi publik baru seharusnya tidak hanya mengedepankan modernisasi, tapi juga mempertimbangkan keberlangsungan angkutan konvensional yang masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Bandung.
ADVERTISEMENT
Page: 1 2
KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…
KORAN MANDALA – Ratusan massa gabungan mahasiswa, komunitas, dan warga bergerak menuju Simpang Lima, Kota…
KORAN MANDALA –Kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta segera memasuki babak pergantian kepemimpinan. Anne…
KORAN MANDALA –Dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 3 tahun di Kota Bandung menjadi sorotan…
KORAN MANDALA – Mengayuh becak selama berjam-jam bukan pekerjaan ringan, terlebih bagi pekerja yang usianya tak…
KORAN MANDALA – Kepedulian terhadap maraknya perundungan terhadap anak mendorong Kang Hertigol (52) seorang petugas…