KoranMandala.com –Kondisi fasilitas skateboard di kolong Jembatan Pasupati, Kota Bandung, kini memunculkan keresahan. Ruang publik yang seharusnya menjadi wadah olahraga sekaligus ruang ekspresi anak muda, justru tercemar oleh tumpukan sampah yang berserakan di sekitarnya.
Pantauan langsung di lokasi, Rabu (20/8/2025), terlihat plastik bekas, sampah rumah tangga, hingga sisa makanan menumpuk di dekat arena skateboard. Bau menyengat yang ditimbulkan membuat pengunjung merasa tidak nyaman saat beraktivitas.
“Tempat ini harusnya jadi ruang kreatif untuk melatih skill anak muda, tapi karena ada sampah di dekatnya jadi tidak nyaman,” ujar Aldi (23), pengunjung yang rutin bermain skateboard di Pasupati.
Atasi Krisis Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Mesin Insinerator di Tingkat Kecamatan
Arena skateboard di bawah Pasupati sejatinya menjadi salah satu ikon ruang publik alternatif di Kota Bandung. Lokasi ini kerap dipadati komunitas skateboard, BMX, hingga seniman mural yang menjadikannya sebagai titik temu generasi muda.
Namun, kondisi terkini justru berbanding terbalik dengan citra Bandung sebagai kota kreatif. Tumpukan sampah di sekitar area menimbulkan kesan semrawut, bahkan mengancam kesehatan para pengunjung yang setiap hari beraktivitas di sana.
“Kalau terus dibiarkan, bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga kesehatan. Apalagi banyak anak kecil dan remaja yang main di sini,” kata Rani (19), siswi SMA yang sering datang untuk menonton komunitas skateboard beraksi.
Pengunjung mendesak agar Pemerintah Kota Bandung maupun pengelola lingkungan sekitar segera menata ulang area kolong Pasupati. Salah satu usulannya adalah memindahkan titik pembuangan sampah, menyediakan tempat sampah yang memadai, dan melakukan pembersihan rutin.
“Kita bukan minta fasilitas baru, cukup rawat yang ada. Jangan sampai ruang publik seperti ini malah berubah jadi tempat pembuangan sementara (TPS),” tambah Aldi.
Fenomena sampah di kolong Pasupati menambah daftar panjang persoalan pengelolaan sampah di Kota Bandung. Sebelumnya, beberapa ruang publik lain, termasuk taman kota, juga kerap dikeluhkan masyarakat karena masalah serupa.
