KoranMandala.com – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) bersama Anggota Komisi V DPR-RI Fraksi PKB Hj. Rina Sa’adah, menggelar rapat koordinasi (rakor) dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan di Auditorium Linggarjati, Jalan Raya Gedung Naskah Linggarjati, Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Rabu (13/8/2025).
Hj. Rina Sa’adah, legislator dari Dapil Jawa Barat X yang meliputi Kabupaten Ciamis, Kuningan, Pangandaran, dan Kota Banjar, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kebakaran hutan merupakan masalah serius yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Terima kasih kepada BTNGC yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Melalui rakor dan sosialisasi ini, kita ingin mewujudkan partisipasi masyarakat, khususnya dalam pencegahan kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai,” ujarnya.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menjaga kelestarian Gunung Ciremai. Ia menyebut, Kabupaten Kuningan memiliki indeks udara terbersih di Jawa Barat, salah satunya berkat suplai oksigen dari Gunung Ciremai.
“Rakor ini jangan hanya seremonial. Kita semua harus lebih mencintai alam, menjaga kelestariannya, dan memiliki kepedulian yang lahir dari kesadaran sendiri,” kata Dian.
Sementara itu, Ketua PKB Kuningan H. Ujang Kosasih menilai keberadaan Gunung Ciremai adalah anugerah besar yang harus disyukuri. Selain menjadi sumber oksigen, kaki gunung ini juga menjadi lahan pertanian produktif bagi warga sekitar.
“Kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan adalah tanggung jawab bersama seluruh pihak. Kalau PKB diminta terjun ke lapangan untuk ikut mencegah kebakaran, kami siap,” tegas Ujang.
BTNGC bersama DPR-RI berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga mendorong langkah nyata dalam menjaga kelestarian hutan Ciremai di tengah ancaman musim kemarau.
