KoranMandala.com –Sebanyak 70 siswa perwakilan dari sekolah dasar di Kecamatan Garut Kota unjuk kemampuan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan yang digelar di SDN I-II Kota Kulon, Jalan Ciledug, Senin (11/8/2025).
Ajang ini menjadi panggung kreativitas sekaligus upaya ngamumule bahasa Sunda melalui tujuh jenis perlombaan, yakni pupuh (putra-putri), biantara, borangan, sajak, ngadongeng, aksara Sunda, dan cerpen.
Koordinator Bidang Pendidikan Wilayah Garut Kota, Drs. H. Jujun Juardi, M.Pd., menjelaskan bahwa FTBI merupakan tindak lanjut dari muatan wajib bahasa Sunda di setiap satuan pendidikan. “Festival ini menjadi sarana evaluasi penerapan pembelajaran bahasa Sunda di sekolah,” ujarnya.
Patricio Matricardi Senang Dengan Kemenangan Perdananya Bersama Persib Bandung
Menurut Jujun, tujuan utama FTBI adalah memastikan bahasa Sunda yang diajarkan benar-benar diserap oleh siswa dan dapat dikuasai dengan baik.
“Ini bukti upaya kami menjaga bahasa Sunda. Kami ingin menanamkan rasa bangga pada siswa agar tidak malu menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi seluruh sekolah dan berharap FTBI menjadi wadah pengembangan bakat sekaligus pembentukan karakter.
“Kami ingin kegiatan ini melahirkan generasi yang berakhlak, berbudi pekerti tinggi, dan mencintai bahasa daerahnya,” kata Jujun.
Kebahagiaan juga dirasakan orang tua peserta. Salah satunya, ibu dari Khayla Ramadhani, siswi kelas V SDN 4 Paminggir. Ia menilai FTBI sebagai ajang penting untuk memperdalam pengetahuan bahasa Sunda sekaligus mengasah keterampilan anak.
“Kami sangat bahagia, karena selain mengenal bahasa Sunda lebih dalam, anak-anak juga bisa menyalurkan bakat seni berbahasa,” ucapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, M.Pd., jajaran Pendidikan Wilayah, kepala kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat.
