ADVERTISEMENT
Menurutnya, penghargaan tidak cukup hanya berupa nominal uang, melainkan juga melalui proses pemberian yang mencerminkan penghormatan dan ketulusan. “Jika insentif ini benar sebagai bentuk apresiasi, distribusinya harus memudahkan, bukan mempersulit,” katanya.
Ia menambahkan, momentum HUT RI seharusnya menjadi refleksi bahwa kemerdekaan bukan hanya simbol, tetapi juga kemerdekaan dari prosedur yang mempersulit rakyat. “Guru sebagai pilar peradaban layak menerima haknya dengan cara yang bermartabat, tanpa antre panjang, tanpa menunggu berjam-jam, dan tanpa merasa terhina di balik senyum yang dipaksakan,” ujarnya.
Firga menegaskan, pemerintah perlu mengevaluasi mekanisme pencairan insentif ini. “Kemajuan teknologi hanya bermakna jika digunakan untuk mempermudah hidup orang banyak, termasuk guru. Penghormatan kepada guru bukan hanya soal apa yang diberikan, tetapi bagaimana cara memberikannya,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





