ADVERTISEMENT
“Saya berharap semangat SAPA bisa bergema di seluruh Indonesia, menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional ke-41 tahun ini tidak lagi dipusatkan di satu lokasi, melainkan diselenggarakan secara serentak di seluruh sekolah di Indonesia melalui pendekatan desentralistik.
“Kalau biasanya anak-anak dikumpulkan di satu kota untuk bertemu Presiden, tahun ini kita rayakan HAN di seluruh daerah agar lebih dekat dengan anak-anak kita,” katanya.
ADVERTISEMENT
Di hadapan para siswa SD Dinamika Indonesia, Menteri Arifah menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan ketangguhan anak-anak yang tinggal di lingkungan kampung pemulung.
“Mereka adalah anak-anak hebat. Dalam kondisi penuh tantangan, mereka tetap memiliki cita-cita tinggi. Banyak yang ingin jadi tentara, polisi, bahkan presiden. Ini semangat yang luar biasa,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga memuji peran orang tua, guru, dan masyarakat sekitar dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak tersebut.
“Hebat bukan hanya anak-anaknya, tapi juga orang tua, guru, dan lingkungan yang membentuk karakter mereka. Pendidikan anak tidak bisa berjalan sendiri, tapi harus didukung semua pihak,” ujar Arifah.
Kegiatan Jelajah SAPA di Kota Bekasi menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah dalam mendorong pemenuhan hak-hak anak, termasuk mereka yang berada di wilayah marginal.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






