Koran Mandala –Setelah empat tahun tenggelam akibat pandemi COVID-19, denyut olahraga kickboxing kembali terasa di Kota Bandung. Lewat ajang First Strike Kickboxing Bandung Open Championship se-Jawa Barat 2025, komunitas bela diri mengirim pesan kuat: kickboxing belum mati, dan kini mulai bangkit dengan napas baru.
Digelar tanpa sokongan sponsor, kejuaraan ini murni dijalankan atas semangat kolektif komunitas bela diri yang menolak tunduk pada keadaan.
Ketua penyelenggara acara, Hendri, mengungkapkan bahwa turnamen ini sejatinya telah dirancang sejak April 2025. Namun karena padatnya kalender event olahraga tempur di Bandung, pelaksanaannya baru bisa digelar pertengahan tahun ini.
Pertama Kali Bermain di Klub Sebesar Persib, Ini Target Patricio Matricardi
“Dari bulan April kita sudah mulai rancang, tapi sempat undur satu bulan karena banyak pelatih dan atlet yang baru ikut kejuaraan lain. Kita beri mereka waktu jeda,” jelas Hendri kepada Sabtu (12/7/2025).
Meski dihantam berbagai keterbatasan, Hendri menegaskan bahwa niat untuk menggelar Bandung Open tetap bulat. Baginya, ini bukan sekadar kompetisi—ini adalah perjuangan untuk menghidupkan kembali semangat kickboxing di kalangan masyarakat Bandung, terutama kalangan muda.
“Makanya kita sepakat tetap lanjut. Ini demi kejayaan kickboxing, dan juga demi Kota Bandung. Kita ini sempat mati suri selama empat tahun karena COVID-19. Sekarang ibarat baru bangun tidur, mulai lagi dari nol,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar bukan terletak pada aspek teknis atau pendanaan, melainkan bagaimana menarik kembali minat para atlet, khususnya di level amatir. Menurutnya, banyak bibit muda kini langsung terpaku pada target menjadi atlet profesional karena orientasi pendapatan.
“Banyak atlet muda sekarang mikirnya langsung ke pro. Padahal fondasi pembinaan itu di amatir. Ini yang jadi tantangan kami,” ujar Hendri.
Kejuaraan ini, lanjut Hendri, bukan hanya panggung pertandingan, tetapi juga upaya untuk menjaring dan memoles atlet lokal agar bisa menembus level provinsi hingga nasional. Ia menyebut, pihaknya tengah menyiapkan atlet-atlet backup untuk menghadapi kompetisi profesional yang dijadwalkan pada Oktober 2025 mendatang.
