“Kita sedang siapkan atlet cadangan untuk event pro nanti. Ini bagian dari program jangka panjang kami, supaya regenerasi tetap berjalan,” katanya.
Menariknya, seluruh pelaksanaan Bandung Open 2025 dilakukan tanpa campur tangan sponsor. Panitia hanya mengandalkan swadaya komunitas dan kontribusi individu. Namun justru dari keterbatasan itulah muncul kekuatan solidaritas yang otentik.
“Kalau soal sponsor, kita memang belum ada. Tapi dorongan dari pelaku olahraga ini besar sekali. Banyak yang bilang, ‘Ayo dong, adain lagi kickboxing!’ Nah sekarang kita jawab itu,” ungkap Hendri.
Lebih dari sekadar kompetisi, First Strike Kickboxing Bandung Open 2025 menjadi simbol kebangkitan. Bukan hanya kebangkitan olahraga kickboxing, tapi juga kebangkitan semangat komunitas yang sempat lumpuh oleh pandemi. Di tengah lesunya minat atlet amatir dan tantangan regenerasi, turnamen ini menjadi bukti bahwa ketika komunitas bergerak, ruang hidup untuk olahraga tetap bisa ditemukan. (M.Sandy)
