Koran Mandala –Di tengah sorotan publik terkait sejumlah sekolah dasar (SD) negeri di Kota Bandung yang disebut sepi peminat pada proses seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026, SDN 120 Kota Baru ikut terseret dalam pemberitaan. Pihak sekolah membantah kabar yang menyebut hanya ada lima siswa yang mendaftar.
Wakil Kepala Sekolah SDN 120 Kota Baru, Opik (38), menegaskan jumlah pendaftar di sekolahnya lebih banyak dari yang diberitakan. Ia menyebut, hingga saat ini, total pendaftar yang tercatat secara daring sudah mencapai 17 orang, belum termasuk pendaftar secara langsung.
“Faktanya, pendaftar online sudah 17 orang, dan pendaftaran offline juga masih berlangsung. Kami masih buka hingga akhir pekan ini,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (10/7/2025).
Persib Akan Jadi Tuan Rumah Play-off ACL 2, Bobotoh Diminta Penuhi Stadion
Opik menyayangkan munculnya pemberitaan yang menurutnya tidak akurat. Ia mengaku heran dengan data dan foto yang beredar.
“Saya tidak tahu media itu dapat data dari mana. Di berita disebut cuma lima pendaftar, bahkan foto yang dipakai juga aneh, ada mobil di halaman sekolah. Padahal, mobil itu sudah sebulan lalu tidak ada di sini. Saya juga heran, data dan foto itu asalnya dari mana,” ujarnya.
Menanggapi komentar netizen yang menyebut sekolahnya banyak jam kosong, Opik memilih untuk tidak ambil pusing.
“Saya lihat juga komentar netizen, tapi ya saya biarkan saja. Netizen kan belum tentu tahu kondisi sebenarnya. Makanya, sekarang akang (wartawan) datang langsung ke sini, biar tahu situasi sebenarnya,” ucapnya.
Menurut Opik, lokasi SDN 120 memang kurang strategis karena berada di dalam gang sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil. Selain itu, sekolahnya berada di tengah persaingan ketat dengan sekolah-sekolah besar di sekitarnya, seperti SD Nilem di Jalan Moch. Ramdhan dan SD ASMI di kawasan Sasak Gantung.
“Sekolah di sekitar sini ada yang sampai lima rombongan belajar per kelas, dari kelas A sampai E. Kalau di sini, cuma satu rombel. Ini sekolah kecil, saya sendiri dulu waktu pertama kali datang ke sini tahun 2020, juga sempat kesulitan mencari lokasinya,” tuturnya.
