ADVERTISEMENT
Koran Mandala –Kecelakaan tunggal melibatkan kendaraan berat jenis crane terjadi di kawasan rawan turunan tajam, Jalan Raya Samarang–Kamojang, tepatnya di Kampung Ciarileu, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, pada Senin malam (7/7/2025) pukul 23.00 WIB.
Kendaraan crane bermerek Sany yang dikemudikan Rahmatullah (36), warga Cilegon, Banten, dilaporkan mengalami rem blong saat melintasi turunan curam dari arah Kampung Cidadali menuju Ciarileu. Tak mampu dikendalikan, crane tersebut menghantam pembatas jalan sebelum akhirnya terjun ke jurang sedalam 40 meter.
Kecelakaan Tunggal di Banyuresmi Ungkap Risiko Jalan Tikungan Saat Gerimis
ADVERTISEMENT
Kernet crane, Rayhan Arrofi (22), yang juga berasal dari Cilegon, turut menjadi korban dalam insiden ini. Beruntung, keduanya hanya mengalami luka ringan dan segera dilarikan ke Puskesmas Samarang untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Samarang, AKP Hilman Nugraha, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga kuat akibat kegagalan sistem pengereman. Ia juga menyebutkan bahwa cuaca saat kejadian dalam kondisi gerimis, sehingga menambah risiko kecelakaan di jalur tersebut.
“Jalur ini memang rawan karena kondisi turunan tajam dan minim pencahayaan. Alhamdulillah, korban selamat meski crane jatuh cukup dalam,” ujar Hilman.
Kerugian materi ditaksir mencapai Rp10 juta. Kepolisian setempat langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan crane, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Pihak Unit Gakkum Satlantas Polres Garut juga telah dilibatkan untuk penanganan lebih lanjut.
Dua warga sekitar, Agus (50) dan Cecep (32), menjadi saksi mata dalam peristiwa ini. Mereka menyebutkan suara keras terdengar sebelum crane terlihat terjun ke dasar jurang.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengemudi kendaraan berat untuk lebih waspada, terutama saat melewati jalur ekstrem seperti Samarang–Kamojang, apalagi di tengah cuaca yang tidak menentu.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






