“Premanisme di Cicendo memang relatif landai karena tidak ada terminal. Tapi kami tetap waspada, terutama di sekitar Stasiun Kereta Api. Meski stasiun sudah memiliki satuan pengamanan khusus, kami tetap melakukan monitoring,” ujarnya.
Deni mencontohkan salah satu insiden di kawasan Ciroyom, di mana Satgas berhasil mengamankan seorang warga yang kedapatan membawa senjata tajam tanpa harus menggunakan kekerasan.
“Situasi saat itu berhasil dikendalikan tanpa kekerasan. Jika sudah masuk ranah hukum, penanganannya tetap diserahkan kepada kepolisian,” tambahnya.
Menurut Deni, keberadaan organisasi masyarakat (ormas) di Kecamatan Cicendo terbilang tidak aktif sehingga dinamika sosial relatif lebih terkendali. Kendati demikian, Satgas tetap berkomitmen menjalankan pendekatan edukatif untuk mencegah potensi gesekan sosial.
Dengan sinergi lintas sektor, pendekatan humanis, dan kegiatan preventif yang berkelanjutan, kehadiran Satgas Anti Premanisme di wilayah Kecamatan Cicendo diharapkan mampu menjaga kondusifitas wilayah. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada konsistensi dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
