ADVERTISEMENT
Koran Mandala – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang mencatat lonjakan signifikan kasus HIV sepanjang semester pertama 2025. Hingga pertengahan tahun ini, ditemukan 313 kasus, meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran Karawang akan menjadi zona merah HIV jika tidak segera diantisipasi.
“Data terus naik, dan ini baru pertengahan tahun. Kami prediksi angka kasus HIV tahun ini bisa melampaui tahun sebelumnya,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, Senin (7/7/2025).
9.784 Kasus HIV di Bandung, Baru 65 Persen yang Menjalani Pengobatan
ADVERTISEMENT
Yang mengejutkan, sebagian besar kasus berasal dari kelompok lelaki seks lelaki (LSL), menjadikan praktik seks bebas dan hubungan sesama jenis sebagai jalur utama penularan virus mematikan tersebut. Selain HIV, penyakit menular seksual lain seperti sifilis juga terdeteksi dengan 14 kasus yang semuanya akibat hubungan seksual berisiko.
Yayuk menambahkan, kelompok usia produktif 20–49 tahun paling rentan terinfeksi. “Mereka yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga justru berada dalam risiko tinggi karena pola hidup yang tidak sehat,” tegasnya.
Kelompok berisiko lainnya meliputi waria, pekerja seks komersial, warga binaan lembaga pemasyarakatan, serta ibu hamil. Tanpa deteksi dini, HIV dapat ditularkan dari ibu ke janin dalam kandungan.
Dinkes Karawang kini memperluas layanan deteksi dan penanganan HIV. Sebanyak 26 rumah sakit dan 50 puskesmas sudah menyediakan layanan tes HIV dan sifilis. Sementara 21 fasilitas kesehatan—18 puskesmas dan 3 rumah sakit—siap memberikan pengobatan dan perawatan berkelanjutan. Petugas dari 30 puskesmas juga telah dilatih untuk memberikan penanganan profesional.
Yayuk menegaskan, masyarakat tidak boleh menyepelekan ancaman ini. “HIV itu mematikan. Banyak yang tidak menyadari dirinya tertular hingga sistem imun tubuhnya melemah drastis,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya pencegahan. “Hindari seks bebas. Jika belum menikah, tahan diri. Kalau sudah menikah, setia pada pasangan. Itu tameng terbaik dari HIV,” tutupnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






