Sabtu, 28 Februari 2026 6:48

Koran Mandala –Quick wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bukan hanya menjadi target administratif. Lebih dari itu, harus benar-benar membawa perubahan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi menegaskan hal itu saat memberikan arahan pada pertemuan Akselerasi Pencapaian Quick Wins Kemendukbangga Provinsi Jawa Barat melalui Evaluasi dan Kesepahaman Kinerja Program di Yogyakarta pada Kamis (12/6/2025).

Dadi mengajak pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi kependudukan, pembangunan keluarga, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Jawa Barat untuk berkomitmen dan menyatukan langkah serta semangat dalam melaksanakan quick wins.

David Da Silva Resmi Tinggalkan Persib Bandung

“Mari terus bersinergi, bergerak cepat, dan bekerja tuntas demi pembangunan keluarga Jawa Barat lebih sejahtera. Tantangan pembangunan keluarga, kependudukan, dan pemberdayaan Masyarakat terus berkembang. Kehadiran lima quick wins merupakan langkah konkret untuk memberikan dampak yang cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tandas Dadi.

Dadi mengungkapkan, dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045, salah satu landasan transformasi yang digarap oleh Kemendukbangga adalah keluarga berkualitas, kesetaraan gender dan masyarakat inklusif.

Lebih anjut upaya ini tertuang dalam upaya peningkatan ketahanan individu, keluarga, dan masyarakat untuk memastikan terbentuknya sumber daya manusia (SDM) berkualitas sebagai motor penggerak pembangunan.

Capaian Kinerja 2024

Lebih jauh Dadi menjelaskan, berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kemendukbangga/BKKBN Jabar 2024 menunjukkan adanya beberapa indikator kinerja yang belum mencapai hasil yang diharapkan.

Hal ini ditandai dengan status capaian cukup dengan nilai capaian 70-79 persen, di antaranya jumlah keluarga yang melaksanakan pengasuhan dan pendampingan pembentukan karakter sebesar 74,96 persen.

Kemudian, Indeks Informasi Metode KB sebesar 71,97 persen dan persentase pelayanan KB pascapersalinan sebesar 78,60 persen. Dadi berharap sejumlah indikator kinerja tersebut mengalami kenaikan pada tahun yang akan datang.

PT KAI Diduga Salahgunakan Dana PMN, BPK Ungkap Kerugian Negara Ratusan Miliar

“Adapun realisasi dana alokasi khusus (DAK), berdasarkan data yang bersumber dari aplikasi MORENA, realisasi DAK Subbidang KB Tahun Anggaran 2024 untuk fisik mencapai 90,81 persen. Sementara DAK Nonfisik mencapai 96,61 persen,” jelas Dadi.

1 2

Menyajikan berita dan konten-konten yang menarik tapi berkualitas dengan bahasa yang lugas. Menuju Indonesia lebih baik.

Exit mobile version