ADVERTISEMENT
Koran Mandala – Minimnya partisipasi perusahaan dalam menyalurkan hewan kurban ke Pemerintah Kabupaten Karawang memunculkan sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pemerhati sosial yang juga Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Karawang, Asep Agustian.
Fenomena ini mencuat setelah Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, melontarkan kekecewaan atas rendahnya kontribusi perusahaan dalam agenda tahunan Iduladha. Meski terdapat ribuan perusahaan beroperasi di Karawang, jumlah hewan kurban yang diserahkan ke Pemkab hanya bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki.
Karawang Dapat 2 Ekor Hewan Kurban Sapi Dari Presiden RI
ADVERTISEMENT
Pengamat Pemerintahan, Asep Agustian, yang akrab disapa Askun, menyebut bahwa kekecewaan kepala daerah merupakan hal yang wajar. Menurutnya, perusahaan selama ini memperoleh banyak keuntungan dari Karawang, namun kontribusi sosial mereka — khususnya dalam bentuk kurban — justru minim di tingkat kabupaten.
“Siapapun bupatinya pasti kecewa jika dari ribuan perusahaan hanya segelintir yang rutin menyumbang hewan kurban ke pemerintah,” ujar Askun kepada awak media, Minggu (8/6/2025).
Menurutnya, dalih perusahaan yang menyatakan telah menyalurkan kurban ke lingkungan sekitar pabrik tidak cukup menjadi pembenaran. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri saat menjabat di sebuah perusahaan.
“Saya tetap sumbangkan ke lingkungan sekitar, tapi saya juga berikan ke Pemkab. Karena itu soal pemerataan. Semua desa dan kelurahan bisa kebagian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Askun menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan, terlebih ketika perusahaan membutuhkan pengurusan perizinan atau dukungan administratif lainnya.
“Pemilik perusahaan memang kebanyakan orang asing, tapi yang menjelaskan tentang tradisi seperti kurban itu orang Karawang juga, HRD-nya. Jadi harusnya bisa dimengerti,” katanya.
Ia juga meminta agar dinas-dinas terkait yang berhubungan langsung dengan dunia usaha memperketat koordinasi tanpa harus mempersulit. Tujuannya agar keberadaan perusahaan juga berdampak nyata terhadap warga Karawang, termasuk dalam momentum Iduladha.
Askun mendorong Bupati Karawang untuk mengevaluasi pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Dinas seperti DPMPTSP, Bappeda, DLHK, dan Disnakertran masing-masing punya data lengkap soal perusahaan. Koordinasi antar lembaga ini penting untuk memastikan CSR, termasuk kurban, bisa tepat sasaran,” tegasnya.
Menurutnya, sudah saatnya perusahaan tidak sekadar beroperasi di Karawang, tapi juga hadir dalam kepedulian sosial yang konkret — salah satunya melalui kontribusi hewan kurban.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






